Jakarta (ANTARA) - Meta memperkenalkan fitur obrolan Incognito untuk Meta AI di WhatsApp yang diklaim menghadirkan percakapan sepenuhnya privat bersama kecerdasan artifisial (AI), dengan menekankan perlindungan privasi pengguna sebagai fokus utama.
Dalam video conference daring, Selasa (12/5), Meta menyebutkan bahwa fitur tersebut dibangun menggunakan teknologi “Private Processing” atau Pemrosesan Privat sehingga percakapan pengguna dengan Meta AI tidak dapat dilihat pihak lain, termasuk Meta sendiri.
“Obrolan Incognito dengan Meta AI benar-benar privat, tidak seorang pun bisa membaca percakapan Anda, bahkan kami pun tidak,” ujar VP & Head of Product WhatsApp, Alice Newton-Rex.
Alice menjelaskan fitur itu hadir karena semakin banyak pengguna memanfaatkan AI untuk mencari informasi hingga mengajukan pertanyaan sensitif, mulai dari persoalan keuangan, kesehatan, pekerjaan hingga dokumen pribadi.
Ia mengatakan privasi menjadi perhatian utama sejak perusahaan mulai mengembangkan integrasi AI di WhatsApp.
Baca juga: Threads uji integrasi Meta AI, mirip Grok di X
“Apakah itu soal keuangan atau pertanyaan kesehatan, atau nasihat mengenai bagaimana menjawab mesej yang sulit dari teman atau kolega, atau sesuatu seperti mendapatkan nasihat mengenai dokumen pribadi yang memiliki informasi peribadi. Jadi, kami pikir sangat penting untuk memberikan kemampuan kepada orang untuk menanyakan pertanyaan ini secara pribadi,” kata Alice.
Ia menjelaskan pesan dalam Incognito Chat diproses di lingkungan aman yang tidak dapat diakses Meta maupun WhatsApp.
Percakapan juga tidak disimpan dan akan hilang ketika pengguna keluar dari obrolan.
Menurut Alice, sistem tersebut menggunakan beberapa lapisan teknologi privasi dan keamanan yang kompleks.
“AI memproses permintaan secara pribadi di dalam mesin virtual rahasia sedemikian rupa sehingga kita tidak mungkin melihat isinya atau mengetahui dari pengguna mana permintaan tersebut berasal,” ujarnya.
Meta menyebutkan fitur Incognito Chat akan diluncurkan di WhatsApp dan aplikasi Meta AI dalam beberapa waktu mendatang.
Perusahaan juga berencana menghadirkan “side-chat” berbasis Pemrosesan Privat yang memungkinkan pengguna memperoleh bantuan AI.
Baca juga: Meta pakai AI periksa tinggi badan identifikasi pengguna di bawah umur
Baca juga: Meta akan mungkinkan orang tua lihat percakapan remaja dengan Meta AI
Baca juga: Aplikasi Meta AI masuk top 5 App Store usai debut model AI Muse Spark
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·