Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menerbitkan peringatan internasional pada Senin, 11 Mei 2026, menyusul temuan wabah hantavirus strain Andes di kapal pesiar MV Hondius. Sebanyak 12 negara diminta segera melacak para penumpang guna mengantisipasi penyebaran lintas negara setelah muncul laporan kasus infeksi dan korban jiwa.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, otoritas kesehatan dunia mencatat adanya lima kasus terkonfirmasi, tiga kasus suspek, serta tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa ini. Para korban jiwa dilaporkan berasal dari negara yang berbeda, yang merupakan penumpang dalam perjalanan kapal pesiar tersebut.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, memberikan penekanan khusus pada karakteristik virus yang memiliki masa inkubasi cukup lama. Hal ini memicu kekhawatiran akan adanya potensi penambahan laporan kasus dalam waktu dekat.
"Mengingat masa inkubasi virus Andes yang bisa mencapai enam minggu, ada kemungkinan lebih banyak kasus akan dilaporkan." kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.
WHO menilai lingkungan kapal pesiar meningkatkan risiko penularan karena adanya interaksi intensif antarpenumpang di ruang tertutup dalam durasi lama. Fokus utama saat ini adalah pelacakan kontak internasional mengingat para penumpang berasal dari berbagai belahan dunia.
Direktur Darurat WHO, Abdi Rahman Mahamud, menyatakan bahwa situasi ini masih bisa dikendalikan melalui protokol kesehatan yang ketat. Koordinasi antarnegara menjadi pilar utama dalam menghentikan rantai penularan virus Andes tersebut.
Menurut Abdi Rahman Mahamud, penanganan wabah ini harus mencakup empat poin krusial yaitu pelacakan kontak secara cepat, isolasi pasien, pengetatan pemantauan kesehatan, serta koordinasi internasional. Berikut adalah daftar negara yang diminta WHO untuk melakukan pemantauan intensif:
| 1 | Belanda |
| 2 | Jerman |
| 3 | Inggris |
| 4 | Amerika Serikat |
| 5 | Swiss |
| 6 | Afrika Selatan |
| 7 | Turki |
| 8 | Argentina |
| 9 | Chile |
| 10 | Uruguay |
| 11 | Australia |
| 12 | Belgia |
Kapal MV Hondius dijadwalkan bersandar di lepas pantai Tenerife, Kepulauan Canary, pada Minggu, 10 Mei 2026. Pemerintah Spanyol telah menyiagakan prosedur evaluasi medis menyeluruh, isolasi, hingga persiapan penerbangan repatriasi khusus bagi penumpang warga negara asing.
Operator kapal, Oceanwide Expeditions, mengeklaim belum ditemukan kasus simtomatik baru di atas kapal hingga saat ini. Sebelumnya, seorang penumpang yang jatuh sakit telah dievakuasi ke Amsterdam pada Kamis pekan lalu untuk penanganan medis lebih lanjut.
Kronologi awal menunjukkan kasus bermula dari pasangan suami istri asal Belanda, di mana sang suami wafat di kapal pada 11 April 2026 dan sang istri meninggal di Afrika Selatan. Korban ketiga adalah penumpang asal Jerman yang meninggal dunia pada 2 Mei 2026 dan jenazahnya disebut masih berada di kapal.
Penyelidikan sumber virus masih berlangsung di Argentina, mengingat kapal memulai perjalanan dari Ushuaia pada 1 April 2026 setelah mengunjungi Chile, Uruguay, dan Argentina. Strain Andes menjadi perhatian khusus karena kemampuannya menular antarmanusia melalui kontak dekat dan paparan cairan tubuh.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·