Jakarta (ANTARA) - Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Ira Soelistyo mengatakan, Gita Citra Cita, yang menghadirkan 250 penampil lintas generasi dan profesi, membuktikan solidaritas dapat menjadi kekuatan bagi anak-anak dan keluarga yang tengah berjuang menghadapi kanker.
“Bukan hanya tentang sebuah pergelaran, tetapi tentang ribuan doa, kepedulian, dan harapan yang dipersatukan. Setiap dukungan yang hadir membantu anak-anak pejuang kanker merasa tidak berjuang sendirian. Ini adalah tentang kehidupan, martabat, dan masa depan mereka,” kata Ira dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Adapun Lions Club Jakarta Jaya Sunter Agung mengadakan penampilan Gita Citra Cita di The Ballroom Djakarta Theatre, Rabu (20/5) dalam inisiatif penggalangan dana guna membantu YKAKI. Dihadiri para tokoh masyarakat, filantropis, mitra, dan publik pendukung gerakan sosial, katanya, pergelaran 10 babak musikal tersebut mengangkat kisah ketangguhan, cinta, dan harapan bagi anak-anak pejuang kanker.
Ira menambahkan, dana yang dihimpun melalui kegiatan ini akan mendukung keberlanjutan layanan YKAKI, mulai dari pendampingan keluarga, rumah singgah, hingga dukungan bagi anak-anak selama menjalani pengobatan.
“Malam ini membuktikan bahwa harapan bisa dinyalakan ketika banyak tangan bergandengan. Ini bukan akhir dari sebuah pertunjukan, tetapi penguatan dari sebuah gerakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, President Lions Club Jakarta Jaya Sunter Agung Martha Haliman, menegaskan bahwa pergelaran ini mencerminkan semangat pelayanan yang hidup melalui kolaborasi.
“Kami percaya kepedulian menjadi lebih bermakna ketika diwujudkan bersama. Gita Citra Cita adalah panggung solidaritas, tempat seni menjadi medium untuk berbagi harapan dan mengajak lebih banyak orang terlibat membantu anak-anak pejuang kanker.”
Dengan tema besar bahwa harapan selalu bisa dinyalakan bersama, katanya, pergelaran tersebut mengajak publik melihat perjuangan kanker anak bukan sekadar isu kesehatan, melainkan isu kemanusiaan yang membutuhkan gotong royong.
Menurut Martha, antusiasme para penampil, mitra, donor, dan tamu undangan menunjukkan kuatnya semangat filantropi publik untuk mendukung isu kanker anak.
Senada, Pencipta Karya Kreatif Cita Citra Cita, Poppy Hayono Isman menyampaikan bahwa seluruh pergelaran dirancang sebagai karya yang bukan hanya menghibur, tetapi menyentuh dan menggerakkan.
“Kami ingin setiap babak malam ini menjadi pengalaman batin—bahwa musik bisa menyuarakan empati, dan seni bisa mengajak orang mengambil bagian dalam perubahan. Jika malam ini hati banyak orang tergerak untuk peduli, maka karya ini menemukan maknanya,” kata Poppy.
Dengan 10 babak yang merangkai puisi, paduan suara, kolaborasi lintas komunitas hingga grand finale, konsep pertunjukan membawa audiens menelusuri perjalanan dari perjuangan menuju harapan.
Manajer Produksi Pergelaran Budi Widiastuti Suharto menekankan bahwa setiap elemen artistik malam ini disusun untuk memperkuat pesan kemanusiaan.
“Produksi ini dibangun bukan hanya sebagai pertunjukan, tetapi sebagai narasi bersama tentang daya juang, cinta, dan solidaritas. Kami berharap setiap orang yang hadir pulang membawa bukan hanya kesan artistik, tetapi dorongan untuk ikut ambil bagian.
Baca juga: Hari Kanker, YKAKI harap penderita kanker dimudahkan dalam pengobatan
Baca juga: YKAKI luncurkan program @ksi Rp10.000
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·