Yuya Wakamatsu Pertahankan Sabuk Juara Lawan Avazbek Kholmirzaev di Tokyo

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Juara Dunia ONE Flyweight MMA Yuya Wakamatsu dijadwalkan mempertahankan sabuk gelar juaranya melawan penantang Avazbek Kholmirzaev pada Rabu, 29 April 2026, di Ariake Arena, Tokyo, Jepang. Pertarungan ini menjadi laga pendukung utama dalam rangkaian pay-per-view ONE SAMURAI 1 sebagaimana dikonfirmasi oleh pihak ONE Championship.

Wakamatsu memasuki laga ini setelah mengukuhkan posisinya sebagai tokoh sentral dalam dunia seni bela diri campuran Jepang. Petarung tersebut berhasil merebut sabuk juara setelah menumbangkan Adriano Moraes melalui kemenangan knockout pada Maret 2025.

Keberhasilan Wakamatsu berlanjut tujuh bulan kemudian saat ia sukses mempertahankan mahkotanya lewat kemenangan TKO ronde kedua atas Joshua Pacio. Kekuatan pukulan yang signifikan, terutama melalui kaitan kiri dari kuda-kuda tinju yang rendah dan kompak, menjadi aset utama sang juara.

Atribut teknis tersebut merupakan faktor utama dalam kemenangan ronde pertama Wakamatsu atas Moraes dan pertahanan gelar berikutnya melawan Pacio berdasarkan laporan sports.yahoo.com. Selain kekuatan pukulan, aspek pertahanan gulat juga menjadi komponen krusial dalam strateginya.

Wakamatsu saat ini mencatatkan tingkat pertahanan takedown sebesar 76 persen, yang merupakan rekor tertinggi dalam sejarah divisi flyweight MMA di ONE Championship. Kemampuan defensif ini telah ia gunakan untuk meredam serangan pegulat seperti Danny Kingad dan Hu Yong.

Di sisi lain, Avazbek Kholmirzaev datang ke kontes ini dengan membawa rekor profesional 15-2. Petarung asal Uzbekistan tersebut mempertahankan tingkat penyelesaian sebesar 93 persen dan telah mengamankan sembilan kemenangan di dalam organisasi tersebut.

Gaya serangan Kholmirzaev memanfaatkan postur tubuh setinggi 5 kaki 8 inci untuk meluncurkan tendangan depan jarak jauh serta tendangan belakang berputar. Ia juga menghadirkan ancaman kuncian yang signifikan, khususnya melalui posisi front headlock.

Sebanyak lima dari enam kemenangan submission miliknya diraih melalui cekikan, termasuk teknik guillotine, D’Arce, dan ninja choke. Kholmirzaev baru-baru ini menunjukkan fleksibilitasnya dengan memaksa Willie van Rooyen menyerah melalui kuncian lengan atau armbar pada bulan November lalu.

Kemampuan sang penantang untuk menjaga tempo tinggi selama tiga ronde telah terbukti dalam kemenangannya atas Tatsumitsu Wada pada Juli 2025. Dalam penampilan terakhirnya Desember lalu, Kholmirzaev mengalahkan Jeremy Miado melalui serangkaian kombinasi serangan yang sulit diprediksi sebelum mengakhiri laga.