Zulhas Naikkan Harga Sapi Hidup di Tingkat Produsen, Jadi Rp 59.000 per Kg

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri) dan Menteri Perdagangan Budi Santoso (kanan) memimpin rapat koordinasi terbatas di Jakarta, Senin (29/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengumumkan kenaikan Harga Acuan Penjualan (HAP) sapi hidup di tingkat produsen. Nantinya, kenaikan direncanakan sebesar Rp 1.000 per kg nya. Dengan begitu, nantinya HAP sapi hidup akan berada di kisaran Rp 59.000 per kg.

“Itu ada penyesuaian kira-kira seribu rupiah lebih per kilogram sapi hidup. Dari Rp 58 ribu menjadi Rp 59 ribu sekian,” kata sosok yang akrab disapa Zulhas tersebut dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta pada Rabu (22/4).

Hal ini menurut Zulhas terjadi karena situasi geopolitik yang sedang terjadi di dunia di mana harga beberapa pangan impor mengalami kenaikan.

“Memang ini walaupun jauh ya perangnya itu, geopolitik tapi memang mempengaruhi tarif rotasi. karena itu, juga beberapa pangan impor itu melakukan penyesuaian. Misalnya sapi, sapi hidup,” ujarnya.

Daging sapi. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Meski begitu, Zulhas memastikan harga daging sapi di tingkat masyarakat tak ada perubahan. “Nah yang lainnya tetap. Masih dalam harga HET. Misalnya harga (daging sapi) di pasar. Itu kan antara Rp 130 ribu maksimal Rp 140 ribu per kg. Masih dalam kisaran HET,” kata Zulhas.

Saat ini, karena harga daging sapi agak naik, Zulhas juga mengungkap permintaan daging kerbau mengalami kenaikan. “Kemudian yang kedua kerbau. Kerbau itu dari Rp 80 ribuan ke Rp 90 ribuan ke atas ya,” ujarnya

Sementara terkait penyesuaian HET MinyaKita, Zulhas menyebut memang sudah lama tak mengalami penyesuaian. Meski demikian, Zulhas meminta instansi terkait melakukan perhitungan terlebih dahulu.

“Tapi saya minta dihitung dulu. Minta BPKP dan beberapa instansi terkait untuk menghitung bareng-bareng. Nanti baru kita dapat rapat secara khusus. Jadi MinyaKita tidak ada perubahan harga,” kata Zulhas.