Zulkifli Hasan Dorong Telur Masuk Menu Makan Bergizi Gratis

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan penggunaan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mengatasi anjloknya harga telur di bawah standar pemerintah. Langkah ini diambil usai inspeksi mendadak di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, pada Rabu (13/5/2026).

Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, harga telur di tingkat konsumen saat ini menyentuh Rp 27.000 per kilogram (kg). Angka tersebut berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah dalam rentang Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kg.

Kondisi penurunan harga ini berdampak signifikan pada para peternak karena harga di tingkat produsen ikut merosot tajam. Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa beban peternak semakin berat lantaran biaya pakan ternak justru mengalami kenaikan di saat harga jual hasil produksi menurun.

"Harganya di peternak itu biasanya kan mereka terima Rp 23.000 (per kg), sekarang terimanya ada yang Rp 20.000 (per kg). Tetapi jagungnya naik. Harga pakannya naik," ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Untuk merespons lonjakan harga pakan, Zulkifli Hasan telah memberikan instruksi kepada Perum Bulog untuk segera menyalurkan cadangan jagung. Distribusi jagung dengan harga subsidi tersebut akan difokuskan ke berbagai sentra peternak petelur agar biaya produksi dapat kembali stabil.

Menko Pangan menilai pemanfaatan program MBG sebagai instrumen pasar dapat menyerap produksi telur secara masif. Ia memproyeksikan bahwa penyerapan telur dalam volume besar selama beberapa hari dapat mendorong harga kembali ke level Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kemudian harganya agar bisa sesuai HET telur, kita minta BGN. Ini lagi saya mau telepon BGN. Karena kalau BGN dua hari aja pakai telur, itu berarti kan 48 juta, satu kali belanja itu. Jadi kalau dalam seminggu dua kali, itu bisa kembali kepada harga HET," terang Zulkifli Hasan.

Menyikapi situasi tersebut, Zulkifli Hasan langsung melakukan sambungan telepon dengan Kepala BGN Dadan Hindayana. Dalam percakapan itu, ia menyampaikan keluhan para peternak dan mengusulkan agar menu telur diprioritaskan dalam beberapa waktu ke depan.

"Assalamualaikum, Pak Dadan. Ini yang berkuasa ini. Ini harga telur di bawah HET. Ada permohonan dari para peternak petelur. BGN beberapa hari ini pakai telur dulu Pak, agar harga bisa sesuai HET," kata Zulkifli Hasan kepada Dadan.

Upaya koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kelangsungan usaha para peternak ayam petelur yang saat ini terdampak fluktuasi harga pasar. Zulkifli Hasan menekankan pentingnya intervensi pemerintah untuk menjaga senyum dan kesejahteraan para peternak.

"Didorong, tolong bantu ya Pak. Agar peternak petelurnya bisa tetap senyum," tambah Zulkifli Hasan.

Kepala Badan Gizi Nasional merespons positif arahan tersebut melalui sambungan telepon yang sama. Pihak BGN menyatakan kesiapannya untuk menyesuaikan komposisi menu dalam program nasional tersebut.

"Iya, siap," sahut Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional.

Menko Pangan mengakhiri koordinasi singkat tersebut dengan menyampaikan apresiasi atas kesediaan BGN untuk membantu stabilisasi harga pangan melalui program MBG.

"Baik. Terima kasih, Pak Dadan," tutup Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan menggarisbawahi bahwa program MBG memiliki pengaruh besar terhadap ekosistem harga pangan nasional. Meskipun menu harian bersifat variatif dan sesuai permintaan sekolah, ia menyarankan adanya kebijakan khusus dalam kondisi yang mendesak.

"Ada macam-macam. Sekolah-sekolah kan sekarang bisa pesan menu. Tapi kalau ada darurat begini. Bukan darurat ya, tapi untuk stabilisasi gini, kita usul seminggu ini dua. Kalau seminggu ini dua, minggu depan udah," jelas Zulkifli Hasan.