27 Ribu CCTV Terintegrasi Bantu Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaga Jakarta

Sedang Trending 42 menit yang lalu
Prosesi Foto Bersama Dalam Agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Polda Metro Jaya Dengan Provinsi DKI Jakarta, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/5/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Polda Metro Jaya akan memanfaatkan integrasi sekitar 27 ribu CCTV bersama Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat upaya pemberantasan begal dan kejahatan jalanan di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.

Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan, pemanfaatan jaringan CCTV yang terhubung akan membantu polisi memantau titik rawan, mempercepat respons petugas di lapangan, serta mendukung pengungkapan kasus kriminal.

“Dengan adanya kerja sama dengan Pak Gubernur, Pemprov DKI Jakarta, kita akan memaksimalkan pemanfaatan CCTV ini, yang tentunya bisa kita gunakan untuk mengungkap dari aksi kejahatan yang terjadi saat-saat ini,” kata Asep usai penandatanganan nota kesepakatan optimalisasi pemanfaatan CCTV di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/5).

Menurut Komjen Asep, integrasi CCTV akan digunakan untuk mendukung pengamanan dan ketertiban umum, termasuk memonitor arus lalu lintas agar personel lapangan bisa lebih cepat merespons laporan masyarakat.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri (tengah) berbicara pada konferensi pers perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

“Kerja sama ini diarahkan untuk keamanan, ketertiban, dan juga bisa kita gunakan untuk memonitor arus lalu lintas yang ada di wilayah DKI Jakarta ini agar personel lapangan lebih cepat melakukan reaksi, mendatangi lokasi tempat-tempat yang perlu didatangi,” ujarnya.

Ia mengatakan, Polda Metro Jaya saat ini juga terus memetakan titik-titik rawan kejahatan jalanan, termasuk kasus pencurian dengan kekerasan dan begal, untuk menentukan lokasi patroli dan penempatan personel.

“Dalam hal ini kami terus memetakan titik-titik rawan. Di sana kita bisa mengoptimalkan kegiatan patroli ataupun memberikan strong point ataupun menempatkan pos pantau guna mengantisipasi hal tersebut,” kata Asep.

Kapolda mengungkapkan, sejauh ini Polda Metro Jaya telah mengungkap enam kasus kejahatan jalanan melalui langkah penindakan yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.

“Perlu kami sampaikan bahwa kemarin kita sudah mengungkap enam kasus yang terjadi di wilayah hukum DKI Jakarta,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat segera melapor melalui call center 110 apabila menemukan atau menjadi korban tindak kriminal di lingkungannya.

Kamera CCTV terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte TransJakarta, di kawasan Jakarta, Rabu (24/11/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Saya berharap masyarakat tidak segan-segan segera laporkan jika ada kejadian-kejadian yang terjadi di wilayahnya,” kata Asep.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah memperkenalkan Tim Pemburu Begal yang akan beroperasi selama 24 jam untuk menekan maraknya kejahatan jalanan di Jakarta.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan integrasi CCTV akan menggabungkan kamera yang selama ini dikelola Pemprov DKI, BUMD seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta, perangkat lalu lintas milik kepolisian, hingga kamera yang terpasang di gedung-gedung bertingkat.

“CCTV yang akan dikelola bersama kurang lebih, di tahap awal ini sebelum pengembangan, kurang lebih nanti 27 ribu,” kata Pramono.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri memberikan keterangan pers usai Penandatanganan Nota Kesepakatan Polda Metro Jaya Dengan Provinsi DKI Jakarta, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/5/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Ia berharap pemanfaatan teknologi pengawasan ini dapat memperkuat program Jaga Jakarta yang selama ini dijalankan bersama.

Meski akses CCTV diperluas untuk kepentingan keamanan, Pramono menegaskan dashboard pemantauan tidak akan dibuka untuk publik karena menyangkut kerahasiaan dan keamanan data.

“Tidak semua orang bisa dengan mudah membuka CCTV ini, karena ini menyangkut kerahasiaan publik,” ujarnya.