PROKALTENG.CO– Pemerintah resmi memberangkatkan kloter pertama jemaah haji asal Embarkasi Cipondoh yang berjumlah 391 orang. Prosesi pelepasan dilakukan di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Rabu, 22 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menyampaikan pesan khusus kepada para jemaah yang akan menunaikan ibadah di Tanah Suci.
“Bagi jemaah yang sabar, yang penuh keikhlasan dan semangat, karena haji bukan hanya hubungan kita dengan Allah, tetapi juga hubungan bagaimana kita dengan sesama manusia,” pesannya, Rabu, 22 April 2026.
Gus Irfan menegaskan bahwa keberangkatan ini bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan sebuah momen yang sarat makna, menyimpan rasa haru, syukur, serta harapan besar bagi para jemaah.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak jemaah telah menanti keberangkatan ini dalam waktu yang sangat lama, bahkan ada yang hingga puluhan tahun.
“Perjalanan ini bukan perjalanan fisik, tetapi perjalanan jiwa, perjalanan menuju titik paling khusyuk dalam hidup seorang muslim,” ujar Gus Irfan, Rabu, 22 April 2026.
Menurutnya, momen ini merupakan puncak dari doa yang terus dipanjatkan serta harapan yang dijaga dengan kesabaran panjang.

Lebih jauh, ia menyoroti bahwa pelaksanaan haji tahun ini memiliki nilai tersendiri karena menjadi kali pertama Kementerian Haji dan Umrah menjalankan penuh amanah penyelenggaraan ibadah tersebut.
“Sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang kami emban dengan penuh kesungguhan,” pungkasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga tidak menutup mata terhadap tantangan global yang menyertai pelaksanaan haji tahun ini, termasuk meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran.
Meski demikian, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh jemaah. Koordinasi intensif dengan berbagai pihak terus dilakukan demi memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan selama berada di Tanah Suci.
Hal tersebut, menurut Gus Irfan, merupakan arahan langsung dari Presiden yang menekankan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama.
“Kami ingin Bapak dan Ibu berangkat dengan tenang, fokus beribadah, serahkan hal-hal di luar itu pada kami untuk mengikhtiarkannya sebaik-baik mungkin,” imbuhnya.
Ia menutup dengan doa agar seluruh jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan, serta ibadah yang dijalankan diterima oleh Allah SWT.
“Semoga seluruh jemaah haji bisa diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan. Semoga seluruh rangkaian ibadah dapat diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan semoga Bapak Ibu sekalian bisa kembali ke tanah air dengan sehat,” imbuhnya.(jpg)
PROKALTENG.CO– Pemerintah resmi memberangkatkan kloter pertama jemaah haji asal Embarkasi Cipondoh yang berjumlah 391 orang. Prosesi pelepasan dilakukan di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Rabu, 22 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menyampaikan pesan khusus kepada para jemaah yang akan menunaikan ibadah di Tanah Suci.
“Bagi jemaah yang sabar, yang penuh keikhlasan dan semangat, karena haji bukan hanya hubungan kita dengan Allah, tetapi juga hubungan bagaimana kita dengan sesama manusia,” pesannya, Rabu, 22 April 2026.

Gus Irfan menegaskan bahwa keberangkatan ini bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan sebuah momen yang sarat makna, menyimpan rasa haru, syukur, serta harapan besar bagi para jemaah.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak jemaah telah menanti keberangkatan ini dalam waktu yang sangat lama, bahkan ada yang hingga puluhan tahun.
“Perjalanan ini bukan perjalanan fisik, tetapi perjalanan jiwa, perjalanan menuju titik paling khusyuk dalam hidup seorang muslim,” ujar Gus Irfan, Rabu, 22 April 2026.
Menurutnya, momen ini merupakan puncak dari doa yang terus dipanjatkan serta harapan yang dijaga dengan kesabaran panjang.
Lebih jauh, ia menyoroti bahwa pelaksanaan haji tahun ini memiliki nilai tersendiri karena menjadi kali pertama Kementerian Haji dan Umrah menjalankan penuh amanah penyelenggaraan ibadah tersebut.
“Sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang kami emban dengan penuh kesungguhan,” pungkasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga tidak menutup mata terhadap tantangan global yang menyertai pelaksanaan haji tahun ini, termasuk meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran.
Meski demikian, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh jemaah. Koordinasi intensif dengan berbagai pihak terus dilakukan demi memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan selama berada di Tanah Suci.
Hal tersebut, menurut Gus Irfan, merupakan arahan langsung dari Presiden yang menekankan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama.
“Kami ingin Bapak dan Ibu berangkat dengan tenang, fokus beribadah, serahkan hal-hal di luar itu pada kami untuk mengikhtiarkannya sebaik-baik mungkin,” imbuhnya.
Ia menutup dengan doa agar seluruh jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan, serta ibadah yang dijalankan diterima oleh Allah SWT.
“Semoga seluruh jemaah haji bisa diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan. Semoga seluruh rangkaian ibadah dapat diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan semoga Bapak Ibu sekalian bisa kembali ke tanah air dengan sehat,” imbuhnya.(jpg)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·