Sering dianggap sepele, ternyata penanganan makanan juga ada aturannya. Tujuannya supaya makanan tak menjadi media penyebaran virus dan penyakit.
Penularan penyakit juga bisa melalui asupan makanan. Kontaminasi silang pada makanan dapat membawa virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit ke dalam tubuh manusia.
Karena itu penting untuk menangani makanan dengan cara yang tepat. Food Safety and Inspection Service U.S Department of Agriculture (FSIS USDA) menyebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulai dari cara membersihkan makanan, memilahnya, hingga menyimpan ya tak bisa dilakukan secara sembarangan. Dilansir dari laman FSIS USDA ada beberapa tahapan yang perlu perhatian lebih ketat.
Baca juga: Jijik! Di dalam Bakpao Babi Ini Ada Isian Kepala Kecoak
Beberapa bahan makanan ada yang perlu dicuci dan sebagian lainnya tak perlu dicuci. Foto: iStock
1. Cara Membersihkan Makanan
Sebelum dan sesudah memegang makanan, disarankan untuk selalu mencuci tangan minimal 20 detik. Langkah ini membantu mengurangi penyebaran bakteri dari tangan ke bahan makanan.
Beberapa peralatan untuk memasak juga perlu untuk dibersihkan sebelum dan sesudah digunakan. Misalnya talenan, pisau, meja dapur, dan peralatan masak menggunakan air dan sabun.
Buah dan sayur sebaiknya dicuci di bawah air mengalir sebelum dikonsumsi atau dimasak. Namun, daging mentah tidak disarankan dicuci karena dapat menyebarkan bakteri ke area dapur melalui percikan air.
2. Memisahkan Makanan Sesuai Jenisnya
Beberapa jenis makanan tidak bisa diletakkan atau disimpan secara bersamaan. Pisahkan daging mentah, seafood, dan ayam dari makanan matang atau sayuran segar.
Pemisahan ini penting dilakukan untuk mencegah cross contamination atau kontaminasi silang. Gunakan talenan dan pisau berbeda untuk bahan mentah dan makanan siap santap.
Penggunaan talenan dan pisau yang berbeda menjadi cara yang paling ampuh untuk mengurangi perpindahan bakteri. Selain itu, menyimpan daging mentah di wadah tertutup pada rak bawah kulkas agar cairannya tidak menetes ke makanan lain.
3. Suhu untuk Memasak Makanan
Memasak sebuah makanan tidak hanya asal matang saja. Tetapi ada suhu minimal yang harus dicapai dan semua jenis bahan makanan memiliki batas yang berbeda-beda.
Daging giling seperti burger sebaiknya dimasak hingga suhu internal mencapai 160°F atau sekitar 71°C. Sementara ayam dan unggas perlu mencapai suhu 165°F atau sekitar 74°C agar bakteri mati sepenuhnya.
Makanan matang panas sebaiknya dijaga pada suhu di atas 140°F atau sekitar 60°C sebelum disajikan. FSIS USDA menyarankan untuk selalu menggunakan termometer makanan guna memastikan suhu pada proses pemasakan.
Agar awet tahan lama, membekukan makanan juga ada aturannya. Foto: iStock
4. Cara Membekukan Makanan
Banyak rumah tangga maupun dapur profesional yang mempraktikkan proses pembekuan agar makanan awet lebih lama. Ternyata menyimpan makanan beku pada freezer juga ada aturannya.
Makanan beku harus disimpan pada freezer setidaknya bersuhu 0°F atau sekitar -18°C untuk menjaga kualitas dan keamanannya. Gunakan plastik khusus freezer atau wadah tertutup rapat agar makanan tidak mudah terkena freezer burn.
Selain menjaga rasa, cara ini juga membantu mempertahankan tekstur makanan lebih lama. Hindari mencairkan makanan di suhu ruang karena dapat memicu pertumbuhan bakteri berbahaya, microwave jauh lebih direkomendasikan.
5. Cara Menyimpan Makanan
Perhatikan setiap jenis makanan dan daya tahannya ketika ingin disimpan. Segera simpan makanan yang mudah basi ke dalam kulkas maksimal dua jam setelah dimasak.
Jika suhu ruangan sangat panas, makanan sebaiknya disimpan dalam waktu satu jam. Pastikan suhu kulkas berada di bawah 40°F atau sekitar 4°C agar makanan tetap segar lebih lama.
Gunakan wadah dangkal saat menyimpan sisa makanan agar proses pendinginan berlangsung lebih cepat. Selain itu, konsumsi makanan sisa dalam waktu tiga hingga empat hari untuk menjaga kualitas dan keamanannya.
Simak Video "Menjelajahi Ragam Rasa di Resinda Hotel Karawang"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·