Penelitian terbaru menemukan minum kopi biasa maupun decaf dapat memengaruhi bakteri usus, fungsi otak, tingkat stres, hingga kualitas tidur. Ini penjelasannya!
Kopi jadi minuman favorit banyak orang untuk menambah fokus dan energi. Namun, penelitian terbaru menemukan efek kopi ternyata lebih luas dari dugaan.
Studi terbaru meneliti hubungan kopi dengan bakteri usus dan fungsi otak. Hasilnya, kopi disebut bisa memengaruhi stres, tidur, hingga daya ingat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian juga menemukan perbedaan efek antara kopi berkafein dan decaf. Temuan ini makin memperkuat hubungan antara kesehatan usus dan otak.
Dikutip dari YNetnews (11/5) berikut penjelasan peneliti:
1. Penelitian soal Kopi dan Bakteri Usus
Kopi bisa memengaruhi bakteri usus dan fungsi otak. Foto: Getty Images/iStockphoto
Penelitian terbaru menemukan kopi bisa memengaruhi bakteri usus dan fungsi otak. Studi ini diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.
Riset dilakukan oleh peneliti dari University College Cork, Irlandia. Sebanyak 62 orang dewasa ikut dalam penelitian tersebut.
Peserta diminta berhenti minum kopi selama dua minggu penuh. Setelah itu, mereka kembali minum kopi biasa atau decaf selama tiga minggu.
2. Efek Kopi Berkafein dan Decaf Berbeda
Kopi berkafein dikaitkan dengan penurunan rasa cemas dan tubuh lebih waspada. Peserta juga disebut lebih fokus saat menjalani aktivitas.
Sementara kopi decaf disebut membantu kualitas tidur lebih baik. Kemampuan belajar dan daya ingat peserta juga meningkat.
Peneliti menemukan efek kopi ternyata bukan hanya dari kafein saja. Kandungan polifenol pada kopi ikut memengaruhi tubuh dan otak.
3. Kopi Disebut Berpengaruh ke Otak
Ilustrasi kopi hitam. Foto: Getty Images/iStockphoto
Peneliti melihat adanya perubahan bakteri usus pada peminum kopi. Beberapa bakteri tertentu ditemukan lebih tinggi jumlahnya.
"Sekarang kita tahu ada hubungan antara mikrobioma usus dan fungsi otak," ujar ahli saraf Sandra Benizri.
Peneliti juga menemukan perubahan zat aktif seperti GABA pada tubuh peserta. Zat ini berhubungan dengan stres, kecemasan, dan fungsi kognitif.
4. Minum Kopi Bisa Turunkan Peradangan
Penelitian menemukan peminum kopi punya kadar penanda peradangan lebih rendah. Efek ini diduga berasal dari senyawa aktif dalam kopi.
Saat peserta berhenti minum kopi selama dua minggu, penanda inflamasi naik lagi. Temuan ini membuat peneliti tertarik meneliti lebih lanjut.
"Ini memperkuat kemungkinan hubungan langsung antara kopi dan respons tubuh," ujar Nathan Gluck, ahli gastroenterologi.
5. Tak Semua Orang Cocok Minum Kopi
Meski punya manfaat, kopi tetap perlu dikonsumsi dengan bijak. Beberapa orang bisa lebih sensitif terhadap efek kopi.
Penderita asam lambung, diare, atau insomnia disarankan lebih hati-hati. Kopi juga bisa memicu sakit kepala jika mendadak berhenti diminum.
"Orang yang sulit tidur sebaiknya hindari kopi di malam hari," ujar Sandra Benizri. Tidur cukup disebut penting untuk kesehatan otak.
Simak Video "Martabak 'Low Sugar' dan Sruput Kopi di Pasar Alsut"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·