Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 73 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung saat ini tengah mengurus penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Tulungagung Mamik Hidayah, Senin, mengakui ke-73 dapur SPPG tersebut belum mengantongi SLHS meski telah beroperasi melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Mereka terkendala kelengkapan dokumen persyaratan," ujarnya.
Hingga Mei 2026 terdapat 125 dapur SPPG yang beroperasi di Tulungagung, namun baru 52 dapur yang telah memiliki SLHS, sementara 73 lainnya masih dalam proses pengurusan.
Baca juga: Kemenko Pangan tekankan SLHS bagi SPPG untuk jamin keamanan
“Beberapa dokumen yang harus dipenuhi antara lain Persetujuan Bangunan Gedung, Instalasi Pengolahan Air Limbah, serta Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang,” katanya.
Menurut dia, proses penerbitan SLHS dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan apabila seluruh persyaratan administrasi telah terpenuhi.
Meski demikian, operasional dapur SPPG tetap berjalan untuk mendukung distribusi MBG bagi balita, ibu hamil dan menyusui, serta pelajar dengan pengawasan rutin dari tim terkait.
“Pengawasan tetap kami lakukan agar seluruh dapur beroperasi sesuai standar operasional prosedur,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan SLHS penting untuk menjamin kualitas layanan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG di daerah.
Baca juga: Kemenkes percepat penerbitan sertifikat LHS bagi 26.000 dapur SPPG
Baca juga: 38 SPPG belum punya IPAL, BGN evaluasi pelaksanaan MBG di Kaltim
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·