"Juicy Burger Fest" sajikan hamburger ala China dan Barat di Beijing

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Beijing (ANTARA) - Festival hamburger Beijing bertajuk "Juicy Burger Fest 2026" memberikan kesempatan bagi masyarakat Beijing untuk mencicipi beragam jenis hamburger baik gaya China maupun Barat dilengkapi dengan berbagai minuman dan penampilan musik.

Sebanyak 42 kios hamburger dari 15 kota di China seperti Beijing, Shanghai, Xinjiang, Nanjing, Tianjin, Qingdao, dan Hainan berpartisipasi dalam festival yang diadakan di Taman Chaoyang di pusat kota Beijing pada 1-4 Mei 2026.

"Saya tidak terlalu sering ikut festival makanan apalagi yang bertemakan khusus seperti ini. Menurut saya, festival ini menarik karena menyajikan berbagai jenis hamburger dari banyak kota di China,” kata Dan-Thomas Henri Elbaum, salah satu pengunjung asal Swiss saat datang ke festival tersebut pada Minggu (3/5).

Dan bercerita sebenarnya pada hari-hari biasa juga tidak sulit untuk menemukan hamburger enak di Beijing tapi pilihannya masih terbatas dan kurang beragam.

"Rasanya sebenarnya cukup enak, bahkan kadang lebih enak dibandingkan di Eropa. Isian dagingnya cukup banyak, rasanya enak, dan mudah menemukan burger pedas, yang jarang dijual di Swiss. Tapi rasa kejunya belum seenak di Swiss," tambah Dan.

Melalui festival ini, pengunjung dapat mencicipi beragam hamburger daging sapi, otak, kambing, ayam, dan makanan laut yang dimasak dengan banyak gaya seperti Amerika, Meksiko, Kanton, Thailand hingga Korea, tanpa harus pergi ke luar Beijing.

Selain itu, sejumlah kios juga menjual hamburger yang dimasak dengan bumbu dan isian khas China.

Contohnya kios "Hole Burger" dari kota Kashgar di China barat, menjual hamburger daging sapi dengan cabai kering khas Xinjiang dan hamburger daging sapi dengan nanas yang dipadukan dengan lapisan lemak tipis dari permukaan susu yang didinginkan.

Sementara hamburger dari Sanya atau Bali-nya China, tersedia di kios “Liangsonghe’s handmade hamburger” yang menjual hamburger dengan daging Wagyu yang disiram saus nanas berwarna keemasan.

Selanjutnya kios “Black Big Baozang” dari kota pesisir Qingdao yang terkenal dengan sajian makanan lautnya menjual hamburger daging sapi Angus dengan sosis dari cacing sendok laut, udang, serta gongcai atau sayur selada kering khas China.

Ketika ANTARA datang ke festival tersebut, terdapat antrean panjang pembeli di kios hamburger ala China di tengah cuaca terik siang hari Beijing yang menyentuh 25 derajat celcius.

Suasana festival hamburger Beijing "Juicy Burger Fest 2026" di Taman Chaoyang, Beijing pada Minggu (3/5) (ANTARA/Rizki Dwi Wibawa)

Sejumlah pengunjung mengurungkan niatnya untuk membeli hamburger ala China, salah satunya pengunjung dari Jerman Lucie Maronna.

"Saya tidak beli karena antreannya panjang tapi saya sudah mencoba hamburger keju di sini dan ternyata rasanya mirip seperti di Jerman. Bedanya hamburger di sini lebih berminyak,” ujar Lucie.

Jika tidak ingin terlalu lama mengantre, pengunjung bisa membeli hamburger lain yang lebih klasik, seperti hamburger Wolfgang yang dijual oleh restoran "Wolfgang’s Steakhouse".

Pengunjung asal Pakistan Angbeen Muzammil mencoba hamburger dengan minyak cabai pedas dan fermentasi akar pakis serta hamburger "shuàigē" atau “cowok tampan” dalam bahasa Mandarin.

"Hamburger fermentasi akar pakis ini cukup unik karena perpaduan dari keju dan rasa pedas membuatnya semakin enak. Saya sangat merekomendasikannya! Kalau hamburger 'shuaige' isinya ada roti, keju, daging sapi, jamur goreng, dan saus. Rasanya cukup enak,” katanya.

Dan bercerita ia mencoba tiga hamburger dari tiga kios berbeda yang dibelinya seharga 55 RMB (sekitar Rp140 ribu) dan 80 RMB (sekitar Rp200 ribu).

“Saya pertama coba 'smas'’ hamburger dengan bawang karamel, rasanya enak dan porsinya cukup besar tapi menurut saya rotinya juga agak manis, jadi sedikit terlalu manis kalau dipadukan dengan saus dan bawang karamel," tambahnya.

Angbeen mengapresiasi festival ini karena menurutnya hamburger yang dijual memiliki rasa yang lebih enak.

"Menurut saya, hamburger yang saya coba mungkin lebih enak dibandingkan hamburger di restoran biasa di Beijing, mungkin karena kios tersebut memang fokus menjual hamburger, tambahnya.

Di festival ini, pengunjung dapat membeli hamburger dengan harga mulai dari 40 RMB (sekitar Rp100 ribu) maupun berbagai minuman seperti bir dengan rasa pepaya, jambu, dan pisang.

Terdapat juga berbagai penampilan musik seperti musik "country" dengan alunan pedesaan di Amerika bagian selatan yang dipadukan dengan erhu, instrumen musik mirip gitar khas China.

Festival ini terbuka untuk umum dan pengunjung tidak perlu membeli tiket masuk taman Chaoyang untuk ikut merasakan berbagai sajian hamburger.

Baca juga: Kunjungan wisatawan China ke Indonesia naik 25,5 persen pada Q1 2026

Baca juga: Menilik dedikasi anak muda China dalam kegiatan amal di Indonesia

Pewarta: Desca Lidya Natalia dan Rizki Dwi Wibawa
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.