Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis aritmia lulusan Universitas Indonesia dr. Dony Yugo Hermanto Sp.JP Subsp Ar (K) FIHA mengatakan salah satu penanganan atrial fibrilasi yang paling efektif adalah dengan melakukan ablasi kateter.
“Catheter ablation itu seperti dimasukkan kayak kabel kecil ke dalam pembuluh darah di paha karena pembuluh darah di paha itu berhubungan dengan jantung. Kita akan cari si biang keladinya atrial fibrilasi ini, si korslet-korsletnya itu di mana,” kata Dony dalam diskusi mengenai atrial fibrilasi di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan saat ini ablasi kateter bisa memiliki beberapa metode, salah satu yang terbaru adalah metode pulsed field yang tidak mengandalkan suhu panas atau dingin, namun lebih spesifik menargetkan pada sel otot jantung yang bermasalah sehingga tidak merusak sel saraf lain di sekitarnya.
Baca juga: Gejala atrial fibrilasi penyebab stroke yang jarang diwaspadai
Pasien yang tidak melakukan metode ablasi kateter untuk menangani atrial fibrilasi atau gangguan irama jantung memiliki angka kematian dan kejadian stroke lebih tinggi dibandingkan yang hanya mengandalkan obat-obatan dan tidak dilakukan kateter ablasi. Metode untuk mencari permasalahan di kelistrikan jantung ini juga bisa menurunkan angka rawat inap pasien.
Namun, di Indonesia biaya metode ablasi kateter yang mahal masih menjadi permasalahan dalam penanganan gangguan irama jantung dan masa tunggu tindakan sampai tiga tahun. Namun Dony menilai tindakan ini lebih efektif dibandingkan pasien harus berobat dan berulang kali masuk rumah sakit.
“Kalau kita lihat, dalam jangka panjang, karena dia itu lebih efektif dibandingkan dengan obat-obatan biasa, kalau dibandingkan dengan sekali ablasi, lalu dibandingkan kan pasiennya berulang kali masuk ke rumah sakit, catheter ablation itu lebih ekonomis sebetulnya, walaupun kayak mahal di awal, tapi secara garis besar karena dia lebih efektif dibanding obat,” jelasnya.
Baca juga: Banyak pasien atrial fibrilasi Indonesia masih di usia produktif
Baca juga: Atrial fibrilasi miliki risiko 5 kali sebabkan serangan stroke iskemik
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·