Jakarta -
Acha Septriasa melebarkan sayap ke dunia bisnis. Bisnia yang Acha Septriasa geluti masih berkaitan dengan industri film.
Bintang film kelahiran Jakarta, 1 September 1989 itu membuat rumah produksi bernama Avarta Media. Acha berkolaborasi dengan dua pengusaha muda, Arya dan Ardi Dharma untuk mengelola dan mengembangkan usaha ini.
Avarta Media resmi memperkenalkan diri sebagai rumah produksi film dan entertainment yang berfokus pada pengembangan cerita emosional, relevan secara budaya, dan memiliki kedekatan dengan pengalaman generasi modern. Acha Septriasa dan tim yakin film nggak cuma berfungsi sebagai hiburan, tapi juga media yang membuat penonton merasa dilihat dan dipahami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami men-create story yang relate dengan Indonesian culture, market and also kita bisa create story juga yang menginspirasi dan mengangkat hal-hal yang mungkin terlihatnya sedikit tabu untuk diomongin dengan society atau bisa diangkat ke dalam entertainment, tapi kita berusaha mengangkat hal-hal subtle yang terjadi di relationship, di sebuah fenomena dan lain-lain yang lain," kata Acha Septriasa di kawasan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.
Sebagai founder, Acha Septriasa yakin banyak cerita lokal yang berpotensi dan belum tersentuh oleh rumah produksi lainnya. Bisnis barunya ini, menjadi bukti Acha Septriasa semakin yakin untuk serius di balik layar.
"Makanya kami Avarta Media inginnya ke depannya mau menghadirkan cerita-cerita yang align dengan kehidupan apa pun, milenial, gen Z, bahkan nanti ada film anak-anak, gen alpha, yang menginginkan story-nya itu bisa didengar di masyarakat," tuturnya.
Aktris peraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik ini, membawa pengalaman panjang di industri film Indonesia dengan lebih dari 35 film sepanjang 2005-2025. Dia juga mempunyai latar pendidikan film production dari Limkokwing University dan Curtin University Australia Bachelor Of Arts In Masscommunication Multimedia and Broadcasting.
Acha Septriasa, Arya Setiadharma dan Ardi dengan rumah produksi mereka ini sudah mempersiapkan proyek terbaru. Mereka akan mengangkat novel karya Ika Natassa berjudul Satine ke layar lebar.
Ika Natassa yang hadir dalam acara sama mengaku bahagia novelnya akan diadaptasi menjadi film.
"Senang banget beberapa bulan lalu aku dikontak soal rencana adaptasi salah satu novel yang aku tulis. Aku bisa bilang ini adalah satu novel yang aku tulis selama dua tahun. Mungkin bisa dibilang salah satu cerita paling personal," kata Ika Natassa.
Novel Satine menceritakan tentang cinta, penyembuhan, ambisi, dan pencarian jati diri. Ceritanya dirasa sesuai dengan realitas yang dihadapi generasi sekarang.
"Ini mengangkat cerita urban, di mana mereka yang tinggal di kota besar, ketika pulang dan sendirian, ternyata adalah pribadi-pribadi yang kesepian," ujarnya.
Selain itu, Avarta Media juga sudah mempersiapkan film berjudul 9 Aku, Love Heals. Ini adalah sebuah drama hasil co-production dengan Shanaya Films.
Film ini mengangkat kisah Wella, perempuan asal Kediri yang hidup dengan Dissociative Identity Disorder atau DID, dengan sembilan kepribadian berbeda yang terbentuk dari trauma masa kecil akibat kekerasan dalam rumah tangga.
"Ini juga jadi proyek yang menantang mengingat sudah banyak novel Mbak Ika yang diadaptasi dan mendapat respons positif," kata Ardi Dharma.
(pus/tia)
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·