Sebanyak 118.000 penggemar memadati konser perdana rapper Ye, yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West, di Stadion Olimpiade Atatürk, Istanbul, Turki pada Sabtu (30/5/2026). Pertunjukan besar yang jarang terjadi di Eropa ini digelar menyusul serangkaian pembatalan di negara lain akibat pernyataan anti-Semit sang artis, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Kantor berita pemerintah Anadolu melaporkan bahwa penonton yang hadir dalam acara tersebut berasal dari berbagai wilayah, termasuk Turki, Timur Tengah, dan seluruh Eropa. Penyelenggaraan konser di Turki ini berlangsung sekitar satu bulan setelah Ye menunda agenda konsernya di Marseille karena adanya upaya pemblokiran dari otoritas Prancis.
Sebelumnya, Inggris juga telah menerapkan larangan masuk bagi Ye akibat rekam jejak pernyataan anti-Semitnya, yang berujung pada pembatalan festival musik tempat ia dijadwalkan tampil. Kontroversi tersebut juga berdampak pada pemutusan hubungan kerja sama oleh sejumlah brand besar seperti Adidas pada 2022, Gap, serta Balenciaga, hingga penangguhan akun media sosialnya.
Pada awal tahun ini, musisi tersebut sempat menyampaikan penyesalan dan mengklarifikasi motif di balik tindakan kontroversialnya di masa lalu kepada publik melalui media massa.
"Heil Hitler" kata Ye.
Penegasan mengenai posisinya yang bukan merupakan seorang Nazi atau anti-Semit tersebut disampaikan melalui ruang publikasi resmi setelah sebelumnya ia sempat merilis konten yang memicu reaksi keras.
"sangat malu" ujar Ye.
Di sisi lain, konser di Istanbul ini digelar di bawah situasi geopolitik Turki yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan, salah satu kritikus paling vokal terhadap tindakan militer Israel. Baru-baru ini, Erdogan menuduh Israel melanggar gencatan senjata di Lebanon dalam konflik melawan Hizbullah, serta terus melanjutkan agresi militer di Gaza yang mengancam stabilitas Timur Tengah.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·