Pegiat media sosial Ade Armando merespons pernyataan Husain Abdullah, juru bicara Jusuf Kalla, yang menyebut kasus hukumnya harus menjadi pelajaran bagi semua pihak pada Kamis (7/5/2026). Ade mempertanyakan maksud dari pernyataan tersebut setelah dirinya dilaporkan atas dugaan pemotongan ceramah mantan Wakil Presiden RI tersebut.
Dilansir dari Detikcom, Ade Armando memutuskan untuk mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) guna menghindari dampak hukum terhadap institusi partai. Keputusan ini diambil menyusul laporan polisi dari 40 organisasi kemasyarakatan Islam yang menyeret namanya terkait konten ceramah Jusuf Kalla.
"Apa yang bisa jadi pelajaran dari kasus saya?" kata Ade Armando, Kamis (7/5/2026).
Ade mengaku tidak mendapatkan penjelasan lebih rinci mengenai poin-poin yang dimaksudkan oleh pihak Husain Abdullah. Ia pun menegaskan ketidaktahuannya atas arah pembicaraan tersebut dalam sebuah pernyataan singkat.
"Saya tidak mengerti," ucap Ade Armando.
Di sisi lain, Husain Abdullah memberikan tanggapan mengenai langkah pengunduran diri Ade dari keanggotaan partai. Ia menilai hal itu sebagai keputusan personal agar tidak membebani organisasi yang menaunginya.
"Kalau soal pengunduran diri Ade Armando dari partainya, itu masuk ranah internal beliau. Yang konon karena tidak mau partainya disangkutpautkan," kata Husain Abdullah, Rabu (6/5).
Meskipun menganggap pengunduran diri itu urusan internal, Husain menegaskan pentingnya penghentian praktik penyebaran informasi yang dianggapnya menyesatkan. Husain menekankan bahwa tindakan tersebut memiliki dampak serius pada karakter seseorang.
"Karena itu, ini pelajaran buat siapa pun. Bukan hanya kepada Ade Armando. Bahwa praktik-praktik pembohongan publik seperti itu, yang menyerupai praktik agitasi dan propaganda yang bertujuan menggiring opini sesat, untuk pembunuhan karakter terhadap seseorang, hendaknya dihentikan," ujar Husain Abdullah.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·