Adhi Karya: Kontrak baru tumbuh 131,5 persen capai Rp4,72 triliun

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - PT Adhi Karya Tbk (Persero) Tbk atau ADHI membukukan nilai kontrak baru tumbuh 131,5 persen year on year (yoy) mencapai Rp4,72 triliun per Maret 2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Corporate Secretary ADHI Rozi Sparta mengatakan perseroan terus berfokus pada peningkatan kualitas bisnis secara menyeluruh dengan menitikberatkan pada penguatan bisnis inti konstruksi.

"Perseroan mampu menjaga kinerja positif di tengah tantangan industri, sekaligus memperkuat daya saing dalam menangkap peluang proyek-proyek strategis di tengah dinamika sektor konstruksi nasional," ujar Rozi sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa.

Ia memastikan perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas operasional, efisiensi, serta tata kelola perusahaan yang baik.

"Dengan strategi tersebut, perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional," ujar Rozi.

Ke depan, pihaknya juga memastikan akan terus mendorong pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memastikan setiap proyek yang dijalankan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, serta mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Berdasarkan sumber pendanaan, perolehan kontrak baru perseroan didominasi oleh proyek pemerintah sebesar 76 persen, diikuti proyek BUMN sebesar 22 persen, serta proyek swasta sebesar 2 persen.

Sementara itu, berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar berasal dari sektor engineering and construction sebesar 95 persen, disusul kontribusi dari lini bisnis properti, manufaktur, serta investasi & konsesi.

Adapun dari total kontrak baru yang diperoleh, sebesar Rp4 triliun berasal dari proyek non-joint operation (non-JO), sedangkan Rp183 miliar berasal dari proyek joint operation (JO).

"Hal ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam menjaga keseimbangan portofolio proyek sekaligus memperluas kolaborasi strategis melalui skema kerja sama," ujar Rozi.

Sejumlah proyek strategis yang berhasil diraih oleh perseroan hingga Maret 2026, di antaranya penanganan tanggap darurat di Aceh dan Sumatera Utara, dan CWC-4I Cimanuk River and Dyke Improvement in Indramayu (Package 2).

Kemudian, pembangunan/renovasi RSUD Kabupaten Muna Barat, Tol Sigli-Seulimeum Seksi 1 Padang Tiji, serta Pembangunan On/Off Ramp Pattimura pada Jalan Tol Semarang-Solo.

Baca juga: Kementerian PU-Adhi Karya tangani 21 sungai pascabanjir di Sumbar

Baca juga: ADHI pastikan pembangunan hunian di Aceh Tamiang selesai tepat waktu

Baca juga: Adhi Karya ungkap merger BUMN karya masih tahap persiapan

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.