Airlangga Perkuat Diplomasi Ekonomi Lewat Surplus Perdagangan 70 Bulan

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakselerasi diplomasi ekonomi melalui penguatan berbagai perjanjian dagang internasional di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada Rabu (15/4/2026). Langkah strategis ini diambil guna mempertahankan ketahanan ekonomi nasional yang didukung oleh surplus neraca perdagangan selama 70 bulan berturut-turut.

Data pemerintah menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia semakin kokoh pada triwulan II 2026 dengan tingkat inflasi yang terkendali serta kepercayaan konsumen yang tinggi. Dilansir dari Money, sektor keuangan juga dilaporkan tetap ekspansif di tengah kondisi ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Indikator kesejahteraan sosial mencatatkan tren positif dengan penurunan angka kemiskinan menjadi 8,25 persen. Selain itu, rasio Gini dan angka pengangguran dilaporkan menurun seiring dengan keberhasilan penciptaan 2,71 juta lapangan kerja baru sepanjang tahun 2025.

"Tingkat kemiskinan kita turun menjadi 8,25%. Gini ratio kita turun, unemployment kita juga turun. Dan penciptaan lapangan kerja sepanjang tahun 2025 adalah 2,71 juta tenaga kerja baru," ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Amerika Serikat menjadi prioritas utama dalam fokus diplomasi karena merupakan penyumbang surplus perdagangan tertinggi bagi Indonesia. Negara tersebut secara konsisten mengimpor berbagai produk manufaktur nasional seperti elektronik, tekstil, sepatu, furnitur, hingga minyak sawit.

Saat ini, pemerintah tengah mengupayakan penurunan tarif lebih lanjut serta pembebasan tarif bagi ribuan produk ekspor asal Indonesia di pasar AS. Kebijakan ini diproyeksikan menjadi pendorong utama peningkatan ekspor, khususnya bagi sektor industri yang menyerap banyak tenaga kerja.

Meskipun demikian, Indonesia saat ini menghadapi investigasi perdagangan melalui skema Section 301 oleh otoritas Amerika Serikat terkait isu kelebihan kapasitas produksi. Pemerintah menyatakan telah menyiapkan respons resmi untuk menghadapi dinamika tersebut melalui proses konsultasi perdagangan dalam waktu dekat.