PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif Norkim, mengajak seluruh warga untuk lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya sebagai langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan dan kenyamanan kota.
Menurut Arif, persoalan sampah hingga kini masih menjadi tantangan di Kota Palangka Raya. Ia menilai, selain peran pemerintah dalam penyediaan fasilitas, kesadaran masyarakat merupakan faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih.
“Budaya membuang sampah sembarangan harus kita ubah bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujarnya pada Kamis (23/4/2026).
Ia menegaskan bahwa perilaku membuang sampah sembarangan dapat memicu berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran lingkungan, penyumbatan drainase yang berpotensi menyebabkan banjir, hingga munculnya penyakit.
Lebih lanjut, Arif mendorong adanya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, termasuk melalui sekolah, komunitas, hingga tingkat RT dan RW. Ia juga mengapresiasi berbagai gerakan kebersihan yang telah dilakukan oleh masyarakat dan relawan di sejumlah wilayah.
“Edukasi harus terus digencarkan, terutama kepada generasi muda, agar sejak dini memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pemilahan sampah rumah tangga, seperti memisahkan sampah organik dan anorganik, guna memudahkan proses pengelolaan dan daur ulang.

Arif berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, Kota Palangka Raya dapat menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, saya yakin persoalan sampah ini bisa kita atasi secara bertahap,” pungkasnya. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif Norkim, mengajak seluruh warga untuk lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya sebagai langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan dan kenyamanan kota.
Menurut Arif, persoalan sampah hingga kini masih menjadi tantangan di Kota Palangka Raya. Ia menilai, selain peran pemerintah dalam penyediaan fasilitas, kesadaran masyarakat merupakan faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih.
“Budaya membuang sampah sembarangan harus kita ubah bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujarnya pada Kamis (23/4/2026).

Ia menegaskan bahwa perilaku membuang sampah sembarangan dapat memicu berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran lingkungan, penyumbatan drainase yang berpotensi menyebabkan banjir, hingga munculnya penyakit.
Lebih lanjut, Arif mendorong adanya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, termasuk melalui sekolah, komunitas, hingga tingkat RT dan RW. Ia juga mengapresiasi berbagai gerakan kebersihan yang telah dilakukan oleh masyarakat dan relawan di sejumlah wilayah.
“Edukasi harus terus digencarkan, terutama kepada generasi muda, agar sejak dini memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pemilahan sampah rumah tangga, seperti memisahkan sampah organik dan anorganik, guna memudahkan proses pengelolaan dan daur ulang.
Arif berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, Kota Palangka Raya dapat menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, saya yakin persoalan sampah ini bisa kita atasi secara bertahap,” pungkasnya. (jef)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·