Ajax Bermain Imbang Lawan FC Utrecht di Johan Cruyff Arena

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Ajax Amsterdam gagal mengamankan poin penuh setelah ditahan imbang tanpa gol oleh FC Utrecht dalam pertandingan pekan ke-33 Eredivisie di Johan Cruyff Arena pada Minggu, 10 Mei 2026. Hasil ini membuat tim asuhan Óscar García masih harus berjuang keras demi memastikan tiket kompetisi Eropa musim depan.

Pelatih Óscar García membuat perubahan strategi dengan memasukkan Oscar Gloukh untuk menggantikan peran Ko Itakura yang lebih defensif di lini tengah. Langkah tersebut diambil guna meningkatkan daya gedor tim di sepertiga akhir lapangan dalam menghadapi tamunya.

"We wilden een speler hebben met meer creativiteit in de laatste derde van het veld" ujar Óscar García, Pelatih Ajax.

Penempatan Gloukh diharapkan mampu membongkar pertahanan rapat FC Utrecht yang sepanjang babak pertama tampil sangat disiplin. García meyakini sang pemain merupakan salah satu sosok paling kreatif di dalam skuad saat ini.

"Hij is een van de meest creatieve spelers die we hebben. We hopen dat het werkt. Zo niet, dan hebben we spelers op de bank om te helpen" kata Óscar García, Pelatih Ajax.

Di lini depan, Kasper Dolberg kembali dipercaya sebagai pemain inti meskipun persaingan memperebutkan posisi penyerang tengah sangat ketat. García menyebut bahwa pemilihan tersebut bukan perkara mudah mengingat performa apik pemain lain seperti Wout Weghorst.

"It was niet makkelijk, want ook Wout (Weghorst, red.) speelde goed in de afgelopen wedstrijden" ucap Óscar García, Pelatih Ajax.

García merasa beruntung memiliki dua penyerang yang siap berkontribusi maksimal bagi tim di sisa musim. Ia juga menekankan pentingnya menjaga fokus di tengah tekanan pertandingan yang krusial.

"Het positieve is dat ze beiden klaar zijn om het team te helpen" tutur Óscar García, Pelatih Ajax.

Terkait tekanan mental pemain, García mengakui bahwa menyadari urgensi pertandingan terakhir di liga tidaklah mudah bagi anak asuhnya.

"Het is niet makkelijk, want ze weten hoe belangrijk deze wedstrijden zijn" jelas Óscar García, Pelatih Ajax.

Situasi Ajax yang belum aman di zona Eropa juga menjadi perhatian serius sang pelatih. Ia meminta semua pihak untuk mengevaluasi perjalanan klub dalam beberapa bulan terakhir demi persiapan di masa depan.

"Je moet het volledige plaatje bekijken en nadenken over waarom wij ons in deze situatie bevinden. Maar dat is iets voor in de toekomst. Nu moeten we gefocust zijn op wat er nu gebeurt en wat we nu kunnen doen. We moeten nu proberen de drie punten te halen" ungkap Óscar García, Pelatih Ajax.

Mengenai dampak hasil imbang sebelumnya melawan PSV, García memuji karakter yang ditunjukkan para pemainnya setelah tertinggal gol cepat. Ia mengklaim Ajax tampil sebagai tim yang lebih baik dalam laga tersebut.

"We hebben een groot karakter getoond. We kregen een doelpunt tegen in de eerste minuut en het was moeilijk om daarmee om te gaan. We hebben karakter getoond en ik denk dat wij het betere team waren. We scoorden pas in de laatste minuten, maar ik denk dat wij het meer verdienden" papar Óscar García, Pelatih Ajax.

Menghadapi FC Utrecht terbukti menjadi tantangan berat bagi Ajax, mengingat catatan pertemuan dalam dua musim terakhir yang kurang memihak mereka. García berambisi mengubah tren negatif tersebut di hadapan pendukung sendiri.

"It zal lastig worden. In de laatste twee seizoenen wisten we niet te winnen van FC Utrecht. Ik hoop dat we dat vandaag zullen veranderen en daar zullen we alles aan doen" pungkas Óscar García, Pelatih Ajax.

Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal dengan kiper FC Utrecht, Barkas, melakukan penyelamatan krusial terhadap peluang Mika Godts dan Youri Regeer. Ajax melakukan pergantian ganda pada menit ke-57 dengan memasukkan Weghorst dan Klaassen, namun skor kacamata tetap bertahan hingga wasit Manschot meniup peluit panjang.