Akun Instagram Ahmad Dhani Kena Hack, Jadi Tempat Jualan Emas

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Musisi Ahmad Dhani di Java Rock Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Ada-ada saja masalah yang menimpa Ahmad Dhani. Usai akun Instagramnya balik setelah dibekukan, eh sekarang kena hack.

Sebelum akunnya kembali, Ahmad Dhani sempat mengunggah mengenai surat perintah penghentian penyidikan terkait laporan tindak pidana kekerasan psikis dan kekerasan fisik dalam rumah tangga. Dhani saat itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam akun Instagramnya terdapat unggahan mengenai jualan emas sampai Iphone. Dhani mencak-mencak lah. Dia kritik sistem keamanan Meta yang jelas-jelas punya celah.

"Kejadian peretasan terhadap akun resmi yang telah terverifikasi di platform Meta merupakan sebuah kegagalan serius dalam sistem keamanan digital yang tidak bisa dianggap sepele," kata Dhani dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5).

Pentolan grup musik Dewa 19 Ahmad Dhani saat konferensi pers jelang konser A Night At The Orchestra di FX Sudirman, Jakarta, Selasa (11/4/2023). Foto: Agus Apriyanto

Ahmad Dhani soal Akun Instagram Kena Hack

Menurut Dhani, akun Instagram miliknya sudah terverifikasi. Sehingga seharusnya dapat perlindungan maksimal, bukan malah kena retas.

"Bahkan dengan sistem two-step verification yang selama ini diklaim sebagai lapisan keamanan utama? Fakta ini secara terang menunjukkan bahwa sistem keamanan Meta patut dipertanyakan secara fundamental," tutur Dhani.

Dhani mengatakan, two-step verification terbukti tidak lagi bisa dianggap sebagai jaminan keamanan. "Bukan hanya di Meta, tetapi juga berpotensi di berbagai platform lain," ucapnya.

Dhani menyatakan, mengenai akun Instagramnya yang kena hack merupakan ancaman yang bersifat universal. "Jika akun terverifikasi saja bisa diretas, maka akun siapa pun, termasuk akun pejabat tinggi sekalipun, berada dalam risiko yang sama," ungkapnya.

Musisi Ahmad Dhani di Java Rock Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Menurut Dhani, apabila kejadian yang menimpanya dibiarkan saja tanpa perbaikan nyata, maka kepercayaan publik terhadap keamanan platform digital akan runtuh dengan sendirinya.

"Ini bukan lagi sekadar isu teknis, ini adalah krisis kepercayaan," kata Dhani.