663 Ribu Anak Sekolah Alami Tekanan Darah Tinggi

Sedang Trending 58 menit yang lalu

PROGRAM Cek Kesehatan Gratis (CKG) menemukan ratusan ribu anak usia sekolah di Indonesia mengalami tekanan darah tinggi. Temuan ini disebut sebagai fenomena baru yang patut diwaspadai.

Kepala Badan Komunikasi RI Muhammad Qodari mengatakan, berdasarkan data skrining program CKG periode 1 Januari hingga 3 Mei 2026, sebanyak 22,1 persen atau sekitar 663 ribu dari 4,8 juta anak yang diperiksa tercatat mengalami peningkatan tekanan darah. Pemeriksaan dilakukan di 48 ribu sekolah di seluruh Indonesia. “Waduh, anak-anak sudah darah tinggi ya? Fenomena baru ini,” kata Qodari dalam paparannya di kantor Badan Komunikasi RI, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Qodari menilai temuan ini mengkhawatirkan karena hipertensi pada usia dini berpotensi berkembang menjadi penyakit serius, termasuk gangguan jantung. Tanpa deteksi dini, kondisi tersebut bisa luput dari perhatian orang tua maupun pihak sekolah.

Ia mengatakan terkejut dengan hasil skrining tersebut. Menurut dia, tanpa program CKG, persoalan kesehatan pada anak, terutama yang tidak bergejala, akan sulit terdeteksi. “Kalau tidak ada CKG ini, kami tidak tahu. Ini harus dianalisis lebih dalam, kenapa anak-anak itu sudah mengalami tekanan darah tinggi,” ujarnya.

Program CKG dirancang untuk memperluas akses pemeriksaan kesehatan, khususnya bagi anak dari keluarga kurang mampu yang belum memiliki kebiasaan pemeriksaan rutin. Skrining dilakukan melalui sekolah dengan dukungan puskesmas. Selain hipertensi, program ini juga menemukan masalah kesehatan lain pada anak.

Sebanyak 41 persen siswa mengalami gigi berlubang, sementara 8,6 persen anak tercatat mengalami penumpukan kotoran telinga. Namun, temuan tekanan darah tinggi menjadi sorotan utama karena dinilai sebagai tren baru dengan risiko jangka panjang.

Secara keseluruhan, sejak diluncurkan pada 2025, program CKG telah menjangkau lebih dari 100 juta penduduk Indonesia. Meski begitu, jumlah tersebut baru mencakup sekitar sepertiga dari total populasi nasional.

Qodari menegaskan, temuan ini harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat intervensi kesehatan sejak usia dini, termasuk melalui edukasi pola hidup sehat dan pemantauan rutin di lingkungan sekolah.

Pilihan Editor:  Obat Baru Tekanan Darah Tinggi Juga Lindungi Ginjal