Al Nassr Juara Liga Arab Saudi, Jorge Jesus Putuskan Hengkang

Sedang Trending 34 menit yang lalu

Klub sepak bola Al Nassr berhasil memastikan gelar juara Liga Arab Saudi 2025/2026 pada Jumat (22/5) dini hari WIB. Namun, keberhasilan ini langsung diikuti oleh keputusan sang pelatih, Jorge Jesus, yang memilih untuk meninggalkan klub berjulukan Al Alamy tersebut.

Keputusan juru taktik asal Portugal itu mengakhiri kerja samanya dengan Al Nassr tepat setelah mengantarkan Cristiano Ronaldo meraih trofi kompetitif pertamanya di Arab Saudi. Keberhasilan ini sekaligus menyudahi penantian panjang Ronaldo yang telah melewatkan 14 kesempatan juara sejak bergabung pada tahun 2023.

Mundurnya Jorge Jesus dari kursi kepelatihan Al Nassr berkaitan dengan janji yang pernah ia sampaikan kepada sang kapten saat pertama kali menerima pekerjaan tersebut, seperti dilansir dari Italpress.

"Ketika saya menerima tantangan ini, ketika Cristiano Ronaldo dan Semedo menghubungi saya, saya tahu ini akan menjadi tantangan terberat dalam karier saya," kata Jorge Jesus.

Mantan pelatih Fenerbahce itu mengungkapkan bahwa kesepakatan awal dengan Ronaldo memang hanya untuk membantu sang bintang memenangkan kompetisi domestik sebelum dirinya pergi mencari petualangan baru.

"Tetapi seperti yang saya katakan kepada Cris: 'Saya akan membantumu menjadi juara dan kemudian saya akan pergi sendiri.' Ini adalah tahun yang luar biasa, dan sekarang saya ingin menikmati sesuatu di tempat lain," ucap Jorge Jesus menambahkan.

Setelah meninggalkan Al Nassr, pelatih berusia 71 tahun tersebut mengisyaratkan ketertarikannya untuk kembali menangani klub di Liga Turki demi menuntaskan ambisi yang belum tercapai.

"Saya telah memenangkan gelar liga di Portugal, Brasil, dan Arab Saudi. Satu-satunya negara tempat saya gagal adalah Turki bersama Fenerbahce. Mungkin saya masih memiliki urusan yang belum selesai di sana, itu salah satu kemungkinannya, saya akan memikirkannya," kata Jorge Jesus.

Ia juga membeberkan bahwa sudah ada pendekatan dari tim-tim besar asal Turki yang meminati jasanya untuk musim depan.

"[Bisakah penggemar Fenerbahce bermimpi Anda akan melatih klub mereka?] Mereka bisa [ bermimpi]. Tetapi klub Turki lain juga memberi saya tawaran. Di Turki ada tiga klub besar: Fenerbahce, Galatasaray, dan Besiktas. Dari ketiganya, due di antaranya mendekati saya," ucap Jorge Jesus menambahkan.

Di sisi lain, Jorge Jesus menegaskan tidak akan mengambil opsi untuk kembali berkarier di kompetisi sepak bola Brasil dalam waktu dekat karena alasan keterikatan masa lalu.

"Di sana saya hanya bisa melatih Flamengo atau tim nasional. Saya punya kesempatan untuk menerima tawaran Selecao pada Januari 2025, tetapi saya terikat kontrak dengan Al Hilal. Saya ingin pergi ke Piala Dunia Antarklub dan memenangkan Liga Champions Asia, meskipun pada akhirnya saya tidak berhasil," ucap Jorge Jesus.

Sebagai penutup mengenai masa depannya, ia menegaskan secara finansial tidak ada klub Arab Saudi yang bisa menahannya untuk tetap bertahan di kompetisi tersebut.

"Tidak ada klub yang punya cukup uang untuk membayar saya. Bagaimanapun, saya tidak akan melanjutkan di Arab Saudi. Kita lihat saja di mana saya akan memulai proyek baru," ujar Jorge Jesus.

Sementara itu, suasana haru menyelimuti perayaan juara setelah Cristiano Ronaldo tampak menangis di lapangan. Rekan setimnya, Joao Felix, langsung menghampiri untuk memberikan pelukan hangat kepada penyerang berusia 41 tahun tersebut.

Joao Felix yang baru bergabung dengan The Global Club pada tahun 2025 mengaku sangat memahami tekanan besar dan perjuangan berat yang dihadapi rekan senegaranya itu demi meraih trofi liga, seperti dilansir dari World Soccer Talk.

"Cris sudah berusaha selama beberapa tahun untuk memenangkan gelar pertamanya di sini. Terutama memenangkan liga, karena di Arab Saudi pertandingan lebih banyak dimainkan, dan saya tahu karena saya bersamanya setiap hari," kata Felix.

Pemain berusia 26 tahun tersebut menyatakan bahwa dirinya menyaksikan sendiri komitmen keras Ronaldo di sesi latihan sehari-hari untuk mewujudkan target juara tersebut.

"I know how much Cristiano suffered because of it. I paham betapa dia ingin juara," dia menambahkan.

Momen pelukan di lapangan hijau tersebut diakui Felix sebagai bentuk luapan emosi kebahagiaan karena perjuangan panjang mereka akhirnya berbuah manis di akhir musim.

"Itulah mengapa saya memeluknya. Karena rasanya, hanya beberapa menit lagi dan kita akan berhasil," ujarnya.