Bhayangkara Presisi Lampung FC bersiap menjamu PSBS Biak dalam pertandingan pekan terakhir ke-34 BRI Super League di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Sabtu, 23 May 2026 pukul 16.00 WIB.
Tuan rumah Bhayangkara FC saat ini menduduki peringkat ketujuh klasemen sementara dengan perolehan 50 poin dari 33 laga dan membidik kemenangan untuk memperbaiki posisi mereka.
Sebaliknya, tim tamu PSBS Biak berada di posisi juru kunci dengan 18 poin setelah menelan 23 kekalahan sepanjang musim, sehingga dipastikan terdegradasi ke kompetisi kasta kedua musim depan.
Pelatih kepala Bhayangkara FC, Paul Munster, menegaskan bahwa skuad asuhannya tidak akan meremehkan kekuatan lawan meskipun tim tamu berada di dasar klasemen.
"Kami tidak akan pernah meremehkan lawan. Apa pun yang terjadi besok, kami akan meraih yang terbaik dan maksimal," kata Munster.
Juru taktik asal Irlandia Utara tersebut menyatakan bahwa seluruh pasukannya berada dalam kondisi siap tempur dan sangat termotivasi untuk menutup kompetisi musim ini dengan hasil poin penuh di kandang sendiri.
"Yang jelas kami akan menunjukkan pekerjaan yang bagus, dan pemain tahu apa yang harus diperbuat. Tentu kami akan mencoba hasil yang bagus," kata Munster.
Pihak manajemen dan tim pelatih juga mengharapkan kehadiran para suporter di stadion untuk memberikan suntikan semangat bagi para pemain di atas lapangan hijau.
"Kami akan menjalani pertandingan terakhir besok, dan seluruh pemain hanya butuh fokus dan mengakhiri musim ini dengan mindset positif. Kami berharap suporter memberikan hal itu juga, sehingga berdampak baik di lapangan," katanya.
Senada dengan sang pelatih, kapten Bhayangkara FC, Wahyu Subo Seto, mengusung target tinggi untuk mengamankan poin penuh sekaligus menjaga gawang mereka dari kebobolan.
"Meskipun pertandingan terakhir, pemain tetap fokus, target adalah kemenangan," kata Wahyu Subo.
Tim berjuluk The Guardian tersebut memiliki ambisi tambahan karena mereka tercatat belum pernah meraih catatan tanpa kebobolan dalam sembilan pertandingan ke belakang.
"Pemain akan berusaha menang dan clean sheet. Sebab dalam sembilan pertandingan terakhir belum pernah clean sheet," ujar dia menambahkan.
Menjelang berakhirnya kompetisi, gelandang bertahan tersebut turut menyampaikan apresiasi terdalamnya atas perjuangan seluruh anggota tim sepanjang musim 2025/2026.
"Terima kasih kepada semua pemain dan ofisial, bersama-sama semusim untuk kerja sama tim. Terima kasih kepada semua yang sudah bekerja sama bersama Bhayangkara FC," kata Wahyu Subo.
Di kubu lawan, PSBS Biak yang dijuluki Badai Pasifik tetap mengusung misi mencuri poin penuh demi harga diri dan ambisi menggeser posisi Semen Padang yang berada tepat di atas mereka.
"Kita berharap besok kita bisa bertanding dengan baik meski kita dapat tekanan dan kita akan bertanding dengan baik. Besok kita melakukan strategi kita," ungkap pelatih kepala PSBS, Marian Mihail.
Klub asal Papua tersebut menghadapi kendala finansial pelik yang memicu hengkangnya sejumlah pilar utama akibat tunggakan gaji, sehingga mereka kini hanya menyisakan tiga pemain asing.
"Saya merasa senang dengan perkembangan tim saat ini, terutama karena kehadiran beberapa pemain muda yang perlu memahami gaya bermain kami," ungkap Mihail.
Guna menyiasati skuad yang ramping, tim pelatih memutuskan untuk mempromosikan dan mengandalkan talenta-talenta muda dari akademi Elite Pro Academy (EPA).
"Kini semua pemain telah memahami tugas mereka untuk laga terakhir, kami sangat termotivasi memberikan kesan yang baik," tambahnya.
Mihail juga menaruh rasa hormat terhadap organisasi permainan disiplin yang diterapkan oleh Paul Munster di kubu lawan.
"Target utama kami adalah memenangkan pertandingan ini jika memungkinkan, meski kami tahu Bhayangkara adalah lawan yang sangat tangguh," tegas Mihail.
Kondisi internal yang sulit ini justru dimanfaatkan oleh arsitek taktik asal Rumania tersebut sebagai wadah evaluasi menyeluruh untuk kerangka tim di masa depan.
"Kehilangan banyak pemain berkualitas memang menjadi kendala besar bagi kami dalam menyusun strategi," kata Mihail dengan nada jujur.
Pihaknya berharap laga penutup ini bisa mematangkan mental bertanding para pemain muda yang dipromosikan ke tim utama untuk mengarungi kompetisi musim depan.
"Kami menggunakan laga sisa ini untuk mengevaluasi semua pemain, sehingga kami tahu siapa yang layak dipertahankan untuk membangun tim baru," tuturnya.
Sebelum pertandingan dimulai, pelatih berusia 68 tahun tersebut menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil tanpa beban dan menikmati jalannya laga.
"Ekspektasi saya adalah melihat tim bermain bagus dan memberikan kesempatan kepada pemain yang jarang tampil sebelumnya," ucap Mihail mengakhiri sesi.
27 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·