Insiden Marc Marquez yang tidak mendapatkan penalti pada sesi Sprint Race MotoGP Jerez, Sabtu 25 April 2026, memicu perdebatan di kalangan penggemar balap. Pembalap tim Lenovo Ducati tersebut sempat dinilai melanggar aturan lantaran memotong jalur dari tikungan terakhir menuju area masuk pit.
Seperti dilansir dari Medcom, protes keras datang dari pembalap Castrol Honda, Johann Zarco, yang merasa Marquez tidak layak memenangkan sesi tersebut. Zarco menyoroti keputusan Marquez yang tetap berada di lintasan sebelum akhirnya memotong jalur ke arah pit.
"Marquez telah memutuskan untuk tetap berada di lintasan dan itu Ia memotorng jalur ke arah pit," ujar Zarco setelah berakhirnya balapan sengit tersebut.
Meskipun Direktur Balap MotoGP tidak melakukan investigasi formal, pihak pengawas balapan telah memberikan konfirmasi resmi. Hasil tinjauan menyatakan bahwa pembalap dengan nomor motor 93 tersebut sama sekali tidak melanggar regulasi yang berlaku saat ini.
Alasan Teknis Pengawas Balapan
Penjelasan pertama yang diungkapkan adalah tidak adanya aturan detail yang mewajibkan pembalap masuk ke jalur pit pada titik spesifik tertentu. Marquez juga dinilai mematuhi instruksi serta larangan yang diberikan oleh Marshall atau petugas di lapangan selama insiden terjadi.
Selain itu, pengawas balapan melihat Marquez sempat menunggu kondisi lintasan benar-benar aman dari pembalap lain sebelum melintas. Manuver memotong jalur tersebut tidak memberikan keuntungan waktu bagi sang pembalap, sehingga tidak dikategorikan sebagai pelanggaran teknis.
Faktor terakhir yang menguatkan posisi Marquez adalah kondisi mesin motornya. Saat terjatuh, mesin motor Ducati yang ia kendarai tetap menyala tanpa bantuan dorongan dari kru lapangan, sehingga ia masih diizinkan secara regulasi untuk kembali memasuki lintasan balap.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·