Amerika Serikat Desak Warganya Segera Tinggalkan Irak

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad mengeluarkan peringatan perjalanan terbaru pada Selasa (21/4/2026) yang mendesak seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan Irak. Instruksi ini diterbitkan menyusul meningkatnya risiko serangan dari kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran di wilayah tersebut.

Pengumuman evakuasi mandiri ini dilatarbelakangi oleh kondisi keamanan yang tidak stabil pasca ketegangan regional antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari lalu. Dilansir dari Detikcom, otoritas Washington menekankan agar warga Amerika tidak melakukan perjalanan ke Irak dengan alasan apa pun.

"Jangan bepergian ke Irak dengan alasan apa pun. Segera tinggalkan negara itu, jika Anda berada di sana," demikian bunyi peringatan keamanan yang dirilis Kedutaan Besar AS di Irak, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (21/4/2026).

Pihak kedutaan meminta warga yang masih bertahan untuk segera melakukan koordinasi dengan pejabat diplomatik melalui jalur komunikasi elektronik. Ancaman terhadap keamanan warga negara AS diyakini mencakup berbagai wilayah Irak, termasuk area di bagian utara negara tersebut.

"Beberapa elemen terkait pemerintah Irak terus secara aktif memberikan perlindungan politik, finansial, dan operasional bagi milisi-milisi teroris ini," sebut Kedutaan Besar AS memperingatkan warganya di Irak.

Meskipun wilayah udara Irak telah dibuka kembali untuk penerbangan komersial terbatas, risiko serangan udara tetap menjadi kekhawatiran utama. Kedutaan memperingatkan adanya bahaya laten dari penggunaan rudal, drone, dan roket yang menyasar fasilitas-fasilitas penting.

"Misi AS di Irak tetap buka meskipun sedang dalam masa keberangkatan yang diperintahkan untuk membantu warga AS di Irak," kata Kedutaan Besar AS.

Otoritas diplomatik juga melarang warga untuk mendatangi kantor perwakilan secara langsung demi menghindari risiko keamanan yang signifikan di Baghdad maupun Erbil.

"Jangan mencoba datang ke Kedutaan Besar di Baghdad atau Konsulat Jenderal di Erbil mengingat risiko keamanan yang signifikan," imbuh pernyataan tersebut.

Peringatan ini merupakan kelanjutan dari seruan serupa yang pernah dikeluarkan pada awal April 2026 terkait ancaman serangan di pusat kota Baghdad. Saat itu, intelijen mencium adanya potensi serangan dalam kurun waktu 24 hingga 48 jam terhadap aset-aset Amerika.

"Kelompok milisi teroris Irak yang bersekutu dengan Iran mungkin berniat melancarkan serangan di pusat kota Baghdad dalam 24-48 jam ke depan," kata Kedutaan Besar AS di Irak dalam peringatannya.

Sasaran serangan tersebut diprediksi sangat luas, mulai dari fasilitas diplomatik hingga infrastruktur sipil. Selain ancaman serangan fisik, risiko penculikan terhadap warga negara AS juga menjadi poin krusial dalam peringatan tersebut.

"Mereka mungkin berniat menargetkan warga negara AS, bisnis, universitas, fasilitas diplomatik, infrastruktur energi, hotel, bnadar, dan lokasi-lokasi lainnya yang dianggap terkait dengan Amerika Serikat, serta lembaga-lembaga Irak dan target-target sipil," demikian bunyi peringatan Kedutaan Besar AS.