Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi pengerahan kekuatan militer untuk menyerang tujuh kapal cepat milik Iran di kawasan Selat Hormuz pada Senin (04/05). Operasi bertajuk Project Freedom ini bertujuan mengawal kapal-kapal yang terdampar di Teluk sejak pemblokiran jalur perairan pada Februari lalu, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Kami telah menembak tujuh kapal kecil atau, seperti yang mereka sebut, 'kapal cepat'. Itu saja yang mereka miliki." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Militer Amerika Serikat menggunakan helikopter dalam operasi tersebut untuk melumpuhkan armada Iran. Berdasarkan laporan Centcom, operasi skala besar ini melibatkan sekitar 15.000 personel, kapal perusak dengan rudal kendali, serta lebih dari 100 unit pesawat untuk memastikan keamanan jalur logistik global.
Donald Trump menyatakan bahwa banyak negara telah meminta bantuan Washington untuk membebaskan kapal-kapal yang terjebak di wilayah tersebut.
"negara-negara dari seluruh dunia" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Presiden AS tersebut juga menambahkan bahwa komunikasi diplomatik saat ini tetap berjalan dengan pihak Teheran.
"sangat positif" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump meyakini hasil dari dialog tersebut nantinya akan memberikan dampak baik bagi semua pihak yang terlibat dalam ketegangan di Selat Hormuz.
"dapat mengarah pada sesuatu yang sangat positif bagi semua pihak" tutur Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Terkait prospek perdamaian, Trump mengonfirmasi telah menerima usulan terbaru dari Teheran namun tetap memberikan catatan kritis.
"sulit membayangkan bahwa hal itu dapat diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan terhadap Kemanusiaan, dan Dunia, selama 47 tahun terakhir" tulis Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump menyatakan sedang menunggu naskah rincian dari rencana perdamaian tersebut untuk ditinjau lebih lanjut.
"Mereka akan memberikan kepada saya redaksi persisnya sekarang." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Saat dikonfirmasi mengenai potensi serangan militer lanjutan langsung ke wilayah daratan Iran, Trump tidak menutup kemungkinan tersebut.
"merupakan kemungkinan" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Ia menegaskan bahwa langkah militer bergantung pada tindakan yang akan diambil oleh pihak Iran ke depannya.
"Jika mereka berperilaku buruk. Jika mereka melakukan sesuatu yang buruk." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Pemerintah AS menyatakan akan tetap memantau situasi secara saksama sebelum mengambil keputusan strategis berikutnya.
"Namun untuk saat ini kita akan lihat." tutur Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump menekankan komitmen jangka panjang Amerika Serikat dalam menyelesaikan konflik di wilayah perairan tersebut agar tidak terulang di masa depan.
"kita tidak akan pergi" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Penegasan tersebut diikuti dengan target penyelesaian konflik secara tuntas agar stabilitas kawasan tetap terjaga.
"kita akan melakukannya, sehingga tidak ada yang harus kembali lagi dalam dua tahun atau lima tahun" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri Iran memberikan respons keras terhadap manuver militer tersebut dengan menyatakan bahwa pendekatan militer bukan solusi bagi krisis politik yang terjadi.
"menunjukkan dengan jelas bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik" kata Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.
Araghchi menilai operasi yang diluncurkan Washington justru akan menemui jalan buntu dalam upaya penyelesaian masalah.
"Proyek Kebebasan adalah Proyek Kebuntuan." tambah Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.
Sektor swasta mengonfirmasi keberhasilan pengawalan militer tersebut, di mana perusahaan pelayaran Maersk melaporkan kapal Alliance Fairfax telah berhasil keluar dari Teluk Persia dengan selamat.
"menawarkan kesempatan bagi kapal tersebut untuk keluar dari Teluk dengan perlindungan militer AS" ungkap pihak Maersk.
Seluruh awak kapal dilaporkan dalam kondisi aman setelah melewati jalur perairan yang sebelumnya diblokade oleh otoritas Iran.
"Kapal tersebut kemudian keluar dari Teluk Persia ditemani oleh aset militer AS tanpa insiden, dan semua awak kapal selamat serta tidak terluka" tambah pihak Maersk.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·