Anak&Anak Akali Verifikasi Usia Situs Web Menggunakan Kumis Palsu

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Sejumlah anak merekayasa tampilan fisik dengan menggambar kumis palsu pada wajah mereka demi mengelabui sistem verifikasi usia digital di situs web dewasa. Temuan efektivitas metode manipulasi ini terungkap berdasarkan hasil survei organisasi nirlaba asal Inggris, Internet Matters, yang dilansir dari Detik iNET pada Kamis (21/5/2026).

Internet Matters melakukan jajak pendapat terhadap seribu anak mengenai mekanisme pemeriksaan keamanan digital tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50 persen dari total responden menyatakan sistem penyaringan usia saat ini sangat mudah untuk ditembus.

"Anak-anak menunjukkan kesadaran yang jelas tentang cara melewati pemeriksaan usia, baik melalui pengalaman mereka sendiri atau dengan mendengar tentang metode dari orang lain," kata laporan itu.

Pihak lembaga mengidentifikasi penyalahgunaan alat sensor wajah melalui berbagai laporan yang masuk. Teknik menggambar kumis disinyalir dapat mengecoh algoritma pemindai sehingga mendeteksi wajah anak sebagai orang dewasa.

"Salah satu teknik yang disebutkan adalah anak-anak menggambar kumis pada diri mereka sendiri sehingga alat verifikasi akan mengira mereka lebih tua, yang dilaporkan berhasil dalam beberapa kasus," tambahnya, dilansir Tech Crunch, Kamis (21/5/2026).

Sistem pengawasan ini mewajibkan pengguna mengunggah dokumen identitas resmi seperti SIM atau paspor ke platform pihak ketiga. Kebijakan proteksi tersebut menuai kritik karena berpotensi memicu kebocoran pangkalan data dan mengancam konsep internet terbuka.

Penyedia layanan digital menerapkan pendekatan teknologi yang beragam demi mematuhi regulasi proteksi anak. Apple merilis pembaruan perangkat lunak khusus, sementara Meta dan Reddit memadukan verifikasi dokumen pemerintah dengan algoritma estimasi usia. Di sisi lain, Discord memilih menunda implementasi sistem akibat kendala keamanan dan protes pengguna.

Manipulasi pemindaian wajah oleh anak-anak juga melibatkan beberapa metode kreatif lainnya dalam beberapa bulan terakhir. Selain kumis artifisial, anak-anak mengarahkan kamera ke karakter dewasa dalam permainan video atau sekadar mengubah ekspresi wajah secara tidak wajar untuk mengacaukan pemindaian.