China Pimpin Adopsi Kecerdasan Buatan Enterprise Global

Sedang Trending 44 menit yang lalu

China dilaporkan memimpin percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) enterprise, teknologi robotika, hingga ekonomi digital berbasis token di tingkat global. Momentum pertumbuhan pesat ini disampaikan dalam ajang International Data Corporation (IDC) Directions 2026 yang digelar di Beijing pada Kamis (21/5/2026).

Lonjakan belanja teknologi ini sejalan dengan proyeksi IDC bahwa investasi AI enterprise global akan menyentuh angka US$940 miliar pada tahun 2026. Angka tersebut diperkirakan terus meroket hingga mencapai nilai US$2,1 triliun menjelang tahun 2029, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.

"IDC telah berada di lapangan di sini sejak 1986, dan kami belum pernah melihat laju perubahan bergerak lebih cepat daripada sekarang," kata Lorenzo Larini, CEO IDC.

Lembaga riset tersebut menjelaskan bahwa industri teknologi dunia saat ini tengah bergeser ke fase kedua AI Supercycle. Fase baru ini menitikberatkan pada implementasi layanan cerdas dan Agentic AI dalam skala besar untuk operasional perusahaan.

Perkembangan masif penggunaan kecerdasan buatan ini juga dikonfirmasi oleh perwakilan regional lembaga riset tersebut yang melihat ledakan implementasi di berbagai sektor korporasi.

"IDC memperkirakan belanja China di sektor tersebut akan melonjak dari US$1,4 miliar menjadi US$77 miliar dalam lima tahun ke depan, dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) mencapai 94%," kata Kitty Fok, Managing Director IDC China.

Sektor embodied intelligence atau AI robotik menjadi salah satu pendorong utama yang membuat produsen asal Negeri Tirai Bambu memimpin pengiriman robot global. China pun diproyeksikan resmi menjadi pasar robotika terbesar di dunia pada tahun 2029 mendatang.

Selain itu, pasar Model-as-a-Service (MaaS) di negara tersebut mencatatkan pertumbuhan ekstrem dengan proyeksi pendapatan mencapai 18,6 miliar yuan pada tahun 2026. Saat ini tercatat lebih dari 60 persen perusahaan besar di China telah mengintegrasikan AI generatif ke dalam proses bisnis inti mereka.

Sistem penghitungan biaya kini ikut berubah dengan menjadikan token sebagai satuan utama dalam ekonomi AI enterprise. Fokus persaingan juga mulai bergeser dari sekadar kekuatan komputasi mendasar (FLOPS) menjadi efisiensi pengeluaran output lewat indikator tokens per watt.

Pemerintah setempat turut mendorong transformasi ekonomi digital ini melalui pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15 yang dimulai pada tahun 2026. Langkah strategis tersebut berfokus pada penciptaan peluang bisnis baru, kedaulatan digital, serta restrukturisasi kapabilitas global.