Ancaman Trump Terhadap Jerome Powell Picu Volatilitas Pasar Keuangan RI

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ketua The Federal Reserve Jerome Powell pada Kamis (16/4/2026) dinilai berpotensi mengguncang stabilitas pasar keuangan global termasuk Indonesia. Trump mengancam akan memecat Powell jika tidak segera mengundurkan diri setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada 15 Mei 2026 mendatang.

Dilansir dari Money, Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menjelaskan bahwa isu ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan menyentuh independensi bank sentral AS yang masuk ke wilayah politik. Ketidakpastian ini memicu investor global untuk beralih ke aset aman sehingga menekan mata uang negara berkembang.

"Jadi untuk Indonesia, efek paling nyata dari isu ini adalah kenaikan volatilitas rupiah, bukan sekadar arah menguat atau melemah," kata Josua, Chief Economist Permata Bank. Ia menambahkan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah saat ini masih tertahan di kisaran Rp 17.100 hingga Rp 17.150 per dollar AS.

Sektor pasar modal turut terdampak di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada pada level 7.596 pada perdagangan Kamis (16/4/2026). Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 0,36 persen dibandingkan hari sebelumnya, sementara akumulasi pelemahan sejak awal tahun telah melampaui 12,36 persen.

Data aliran modal menunjukkan bahwa investor asing telah mencatatkan arus keluar bersih (net outflow) sekitar 1,78 miliar dollar AS sepanjang kuartal I 2026. Tekanan arus modal tersebut terkonsentrasi pada pasar saham dan obligasi karena pelaku pasar cenderung mengambil posisi defensif di tengah ketidakpastian kebijakan The Fed.

Meskipun tekanan meningkat, Indonesia memiliki bantalan eksternal berupa cadangan devisa yang mencapai 148,3 miliar dollar AS per akhir Maret 2026. Jumlah tersebut dinilai cukup kuat karena setara dengan 5,8 bulan pembiayaan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan lebih lama guna menjaga stabilitas kurs dan mengantisipasi tekanan inflasi akibat harga minyak yang tinggi. Powell sendiri secara hukum masih memiliki hak untuk menjabat sebagai anggota dewan gubernur The Fed hingga tahun 2028 meskipun jabatannya sebagai ketua berakhir.