Anggota DPR minta perkuat mitigasi hadapi ancaman "El Nino Godzilla"

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR Muhamad Abdul Azis Sefudin meminta pemerintah memperkuat mitigasi dalam menghadapi fenomena El Nino ekstrem atau sering disebut "El Nino Godzilla” yang diprediksi melanda Indonesia.

"Jangan sampai kita mengulang kesalahan yang sama. Ketika BMKG sudah memberikan imbauan mengenai curah hujan tinggi maupun ancaman 'El Nino Godzilla', kita harus siap. Mencegah jauh lebih baik dan lebih murah daripada mengobati atau menangani dampak yang sudah terjadi," katanya dikutip di Jakarta, Senin.

Ia menekankan langkah mitigasi itu sudah seharusnya dilakukan jauh sebelum bencana terjadi.

Ia mengingatkan Indonesia harus belajar dari pengalaman bencana banjir di Sumatra yang menimbulkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah akibat tidak optimal langkah mitigasi.

Dia juga menyoroti tren kebencanaan nasional yang tercatat hampir 4.000 kejadian setiap tahun.

Baca juga: BMKG: Tidak ada indikasi El Nino Godzilla pada 2026

Dia mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus mulai menggeser fokus dari penanganan pasca-bencana menjadi penguatan sosialisasi dan pencegahan.

"Kapasitas BNPB saat ini lebih banyak tersedot untuk penanganan. Kita perlu mendorong kebijakan nasional yang mampu memetakan daerah rawan bencana secara presisi sejak dini. Selain itu, pengawasan terhadap izin-izin lahan dan hutan harus diperketat untuk mencegah longsor dan banjir bandang yang berdampak sistemik pada pembangunan nasional," ujar dia.

Selain itu, ia memberikan perhatian khusus pada kerentanan anak-anak saat bencana terjadi.

Ia mengatakan mayoritas korban jiwa dalam berbagai peristiwa bencana adalah anak-anak karena minim pengetahuan mengenai cara menyelamatkan diri.

Dengan demikian, ia mendorong pemerintah memasukkan kurikulum terkait dengan kebencanaan di sekolah-sekolah.

"Secara fisik, daya tahan anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Mereka seringkali tidak tahu harus lari ke mana saat terjadi tsunami atau gempa. Karena itu, saya pribadi mendorong pemerintah untuk serius memasukkan kurikulum kebencanaan di sekolah-sekolah, seperti yang diterapkan di Jepang," ujar dia.

Dengan adanya kurikulum tersebut, katanya, anak-anak Indonesia akan memiliki naluri bertahan hidup yang kuat. Mereka akan memahami jalur evakuasi dan langkah-langkah darurat sesuai dengan karakteristik wilayah, baik pesisir maupun pegunungan.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq meminta jajaran untuk berfokus menangani enam provinsi yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena "El Nino Godzilla" yang bisa menyebabkan kekeringan panjang.

Sebanyak enam provinsi tersebut, meliputi Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan, yang dinilai memiliki lahan gambut cukup luas, sehingga memerlukan rencana detail dan konkret, terutama terkait dengan pengelolaan ekosistem gambut.

Baca juga: Rekomendasi IAKMI untuk menjaga kesehatan selama fenomena El Nino

Baca juga: Menakar potensi dampak El Nino "Godzilla" di Tanah Minang

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.