Anggota parlemen Amerika Serikat mendesak otoritas FIFA untuk memberikan subsidi biaya transportasi bagi penonton selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Permintaan ini muncul setelah terjadi lonjakan harga tiket bus menuju stadion akibat kelangkaan bahan bakar minyak secara global.
Dilansir dari Detik Sport melalui laporan BBC, tuntutan ini berfokus pada penyediaan rute bus menuju berbagai stadion tempat berlangsungnya pertandingan. Kebijakan ini dianggap krusial demi menjaga aksesibilitas bagi para penggemar sepak bola yang akan memadati wilayah Amerika Serikat.
Perubahan kesepakatan menjadi latar belakang polemik ini, di mana perjanjian awal pada tahun 2018 menyatakan transportasi bagi pemegang tiket akan digratiskan. Namun, revisi pada tahun 2023 memberikan kelonggaran bagi kota-kota penyelenggara untuk menetapkan tarif selama harganya tetap terjangkau oleh publik.
Fakta di lapangan menunjukkan situasi yang kontras akibat dampak perang di Timur Tengah yang memicu keterbatasan pasokan BBM. Sebagai contoh, biaya sewa bus menuju Stadion Gillette di Massachusetts dilaporkan meroket hingga sepuluh kali lipat dari harga normal.
Harga yang sebelumnya dipatok pada angka 8 USD kini melonjak drastis menjadi 80 USD untuk satu kali perjalanan. Lonjakan signifikan ini memicu kekhawatiran terkait beban finansial yang harus ditanggung oleh para pemegang tiket pertandingan Piala Dunia mendatang.
Menanggapi situasi tersebut, FIFA berencana segera mengadakan pertemuan dengan perwakilan kota-kota penyelenggara di Amerika Serikat untuk membahas struktur harga transportasi. Federasi sepak bola dunia tersebut mendorong dilakukannya peninjauan ulang agar kenaikan tarif tetap berada dalam batas kewajaran bagi masyarakat.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·