Antam Akui Smelter Nikel Proyek Dragon Belum Rampung Dibangun

Sedang Trending 4 hari yang lalu

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengonfirmasi bahwa pembangunan fasilitas pengolahan nikel di Proyek Dragon, mencakup smelter pirometalurgi RKEF dan hidrometalurgi HPAL, belum selesai hingga Selasa (14/4/2026). Keterlambatan ini terungkap dalam paparan Direktur Utama Antam kepada Komisi XII DPR RI.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) di kawasan industri Feni Haltim (FHT) masih dalam tahap konstruksi. Sementara itu, proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) yang bekerja sama dengan Hong Kong CBL Limited masih berada pada fase evaluasi kelayakan desain.

Antam memerlukan penyelesaian evaluasi dan rencana investasi sebelum dapat mengambil keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID). Fasilitas ini dirancang untuk mendukung ekosistem baterai nasional di wilayah PT Sumberdaya Arindo dan PT Nusa Karya Arindo.

"Saat ini kami tengah mengembangkan dua proyek strategis yakni proyek Dragon di wilayah PT Sumberdaya Arindo dan proyek Titan di wilayah PT Nusa Karya Arindo yang menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem baterai nasional," ujar Untung Budiharto, Direktur Utama Antam, dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi XII DPR.

Guna mengatasi belum rampungnya smelter, Sekretaris Perusahaan Antam Wisnu Danandi Haryanto menjelaskan bahwa pasokan bahan baku pabrik baterai akan menggunakan skema multi-source pada tahap awal. Pabrik baterai di Karawang yang dikelola konsorsium CATL ini ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2026.

Wisnu menyatakan bahwa operasional pabrik baterai diprioritaskan karena sudah memiliki kontrak pasokan dengan produsen kendaraan listrik domestik maupun internasional. Meskipun demikian, pihak manajemen belum merinci jadwal pasti kapan evaluasi FID untuk smelter HPAL di Buli akan difinalisasi.

Pembangunan smelter RKEF sendiri tercatat baru dimulai pada semester II-2025 dan terus berlanjut hingga saat ini. Proyek ini merupakan bagian dari investasi besar Antam bersama konsorsium raksasa baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menargetkan peresmian ekosistem baterai mobil terintegrasi ini dapat dilakukan pada semester I-2026. Proyek yang berlokasi di Karawang tersebut merupakan salah satu fokus hilirisasi nikel yang dicanangkan sejak pemerintahan sebelumnya.