Antisipasi Hantavirus, Bandara Soetta Perketat Pengawasan Turis dari 4 Negara

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Sejumlah calon penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (1/3/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Soetta (Soekarno-Hatta) meningkatkan pengawasan terhadap kedatangan turis internasional dari empat negara yang terindikasi memiliki kasus Hantavirus.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan, guna mencegah masuknya penyakit menular ke Indonesia melalui jalur penerbangan internasional.

Kepala BBKK Bandara Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, mengatakan bahwa pengawasan ekstra diberlakukan terhadap penerbangan yang berasal dari Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama. Negara-negara tersebut menjadi perhatian khusus, setelah adanya laporan kasus Hantavirus yang terdeteksi secara internasional.

Penumpang warga negara asing (WNA) mengantre untuk melakukan pemeriksaan paspor di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soetta di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Menurutnya, penguatan sistem pengawasan dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat terhadap para pelaku perjalanan udara. Setiap penumpang diwajibkan mengisi deklarasi kesehatan melalui aplikasi Satu Sehat sebelum memasuki wilayah Indonesia.

"Pencegahan menjadi langkah utama untuk menekan risiko penyebaran penyakit menular di pintu masuk negara," kata Naning, seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan pemantauan langsung melalui thermal scanner, serta observasi visual untuk mendeteksi gejala awal penyakit menular.

Jika ditemukan penumpang dengan indikasi gangguan kesehatan tertentu, tim medis bandara akan melakukan pemeriksaan lanjutan secara lebih mendalam.

Penumpang dari kapal pesiar MV Hondius yang terdampak hantavirus menaiki bus di pelabuhan Granadilla de Abona, Tenerife, Spanyol, Minggu (10/5/2026). Foto: Hannah McKay/REUTERS

BBKK Soetta juga menyiapkan jalur penanganan khusus bagi penumpang yang terindikasi membawa penyakit menular. Fasilitas tersebut dilengkapi ambulans khusus yang digunakan untuk proses rujukan ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan.

Peningkatan pengawasan ini dilakukan menyusul adanya laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terkait kasus kematian akibat Hantavirus pada sejumlah penumpang kapal pesiar. Kondisi tersebut mendorong otoritas kesehatan di berbagai negara untuk meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk internasional.

Hantavirus diketahui dapat menular melalui paparan urin, air liur, maupun kotoran tikus yang terkontaminasi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta menjaga daya tahan tubuh, agar terhindar dari risiko penularan.

Pihak BBKK menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperbarui sesuai perkembangan situasi global. Jika terdapat tambahan negara dengan temuan kasus serupa, maka prosedur pemeriksaan dan pengawasan akan disesuaikan, demi menjaga keamanan kesehatan masyarakat Indonesia.