RUMAH Sakit Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyampaikan bahwa kondisi aktivis Andrie Yunus kini dalam keadaan stabil dan masih menjalani perawatan setelah diserang dengan air keras pada 12 Maret 2026. Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) itu menjalani perawatan akibat trauma cairan kimia.
“Secara umum kondisi pasien dalam keadaan stabil dan menunjukkan perkembangan yang baik,” kata Manajer Hukum dan Hubungan Masyarakat RSCM Yoga Nara dalam keterangan tertulis, Selasa, 12 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Andrie Yunus memiliki riwayat luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, dan kedua lengan akibat trauma kimia asam. Saat ini, pria 27 tahun itu masih di dalam pemantauan tim medis yang terdiri dari dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi, oftalmologi, psikiatri, serta tenaga kesehatan terkait lainnya.
Tim medis melakukan operasi lanjutan terhadap Andrie pada 7 Mei 2026, berupa pembersihan jaringan dan penutupan luka lanjutan dengan tindakan tandur atau cangkok kulit. Setelah tindakan itu, Andrie menjalani perawatan dan observasi di ruang rawat RSCM.
Pada evaluasi terakhir pada 8 Mei 2026, kondisi Andrie dinyatakan stabil. Ia tidak mengalami demam, mual, ataupun muntah. Toleransi makannya pun baik, serta dapat berjalan secara mandiri. Keluhan nyeri pasca operasi minimal dan masih dapat dikontrol dengan terapi yang diberikan tim medis.
Adapun mata kanan Andrie, yang terkena air keras, kini masih dalam tahap penanganan lanjutan. Tim media menutup kelopak matanya untuk sementara untuk mendukung proses penyembuhan dan mempertahankan struktur bola mata.
“Hasil pemeriksaan ultrasonografi atau USG menunjukkan kondisi bola mata masih utuh dan tidak ditemukan tanda pelepasan saraf mata maupun gangguan berat lainnya pada bagian belakang bola mata,” ujar Yoga.
Ia mengatakan, evaluasi berkala tetap dilakukan oleh tim dokter mata bersama tim bedah plastik rekonstruksi. Dari aspek psikologis, berdasarkan hasil evaluasi tim psikiatri, kondisi Andrie dinyatakan dalam batas normal. “Tidak ditemukan adanya gangguan psikologis yang bermakna,” kata Yoga.
RSCM juga menyampaikan bahwa berdasarkan pertimbangan medis secara fisik dan psikologis, Andrie saat ini masih berada dalam fase pemulihan. Ia dinyatakan masih memerlukan evaluasi berkala terhadap proses penyembuhan luka maupun kondisi matanya.
“Oleh karena itu, aktivitas pasien masih perlu dibatasi guna mengurangi risiko gangguan proses penyembuhan,” tutur Yoga.
Sebelumnya, Andrie disiram air keras oleh dua orang tidak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. Dua orang tersebut dan beberapa orang lainnya terungkap sebagai bagian dari sekelompok anggota Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia atau Bais TNI.
Andrie kemudian berobat ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat dini hari, 13 Maret 2026, sekitar pukul 12 malam dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan. Ia mengalami luka bakar pada lebih dari 20 persen bagian tubuhnya.
Kini, empat orang anggota Bais TNI sedang diadili atas penyerangan terhadap Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Mereka adalah Edi Sudarko, Budhi Hariyanto Widhi Cahyono, Nandala Dwi Prasetya, dan Sami Lakka.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·