Ubi cream cheese sedang ramai diburu setelah viral di media sosial. Perpaduan ubi Cilembu yang manis alami dengan isian cream cheese membuat camilan ini dianggap lebih sehat dibanding dessert berbahan tepung atau gorengan.
Namun tampaknya, tidak semua orang berburu ubi cream cheese semata-mata karena faktor kesehatan. Buktinya, demi mendapatkannya ada yang rela antre sampai tidak sempat makan siang.
Sebenarnya, tidak salah juga kalau dibilang sehat karena bahan utamanya adalah ubi yang punya indeks glikemik yang rendah. Namun jika tidak bijak mengonsumsinya, tren ubi cream cheese bisa saja memunculkan risiko yang sering tidak disadari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ubi Memang Punya Kandungan Gizi yang Baik
Ubi Cilembu mengandung karbohidrat kompleks, serat, vitamin A, vitamin C, serta beta karoten yang berperan sebagai antioksidan. Kandungan seratnya membantu rasa kenyang bertahan lebih lama dan membuat penyerapan gula berlangsung lebih bertahap dibanding camilan manis biasa.
Ubi juga memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah dibanding banyak makanan olahan tinggi gula. Selain itu, ubi mengandung kalium yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung fungsi otot serta tekanan darah tetap stabil.
Karena itu, ubi sering dianggap sebagai pilihan camilan yang lebih baik dibanding ultra-processed food dan makanan tinggi gula dan lemak.
Risiko Tambahan Pemanis
Ubi Cilembu sebenarnya sudah memiliki rasa manis alami terutama setelah dipanggang. Namun perlu diperhatikan juga komposisi bahan pada ubi cheese cream yang dibeli, karena beberapa produk masih menambahkan gula pasir, gula aren, susu kental manis, atau topping manis lain untuk memperkuat rasa.
Tambahan pemanis inilah yang sering tidak disadari dapat membuat kandungan gula dan kalorinya meningkat cukup cepat. Semakin banyak topping manis yang digunakan, semakin tinggi pula total energi dalam satu porsi.
Dalam kondisi seperti ini, ubi cheese cream lebih mendekati dessert tinggi kalori dibanding camilan sehat. Jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam porsi besar, asupan gula dan kalori harian dapat berlebihan dan dalam jangka panjang berkaitan dengan peningkatan berat badan serta gangguan metabolik.
Mengenyangkan Tapi Jangan Gantikan Makan Utama
Ramainya tren ubi cream cheese membuat banyak pembeli rela antre berjam jam demi mencoba camilan viral tersebut. Tidak sedikit juga yang akhirnya melewatkan makan utama karena terlalu fokus menunggu stok tersedia kembali. Salah satunya Ardi (24) pria asal Tangerang, yang melewatkan makan siang karena takut tidak kebagian stok ubi cream cheese lagi.
"Saya antre dan nunggu stok ubi cream cheese ini tersedia lagi bahkan sampai nggak makan siang," kata Ardi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (14/5/2026).
Meski ubi cream cheese cukup mengenyangkan karena mengandung karbohidrat dan lemak serta sedikit protein, camilan ini tetap tidak ideal dijadikan pengganti makan utama. Tubuh tetap membutuhkan asupan protein, serat sayur, vitamin, dan mineral yang lebih lengkap dari menu makan yang lengkap dan seimbang.
Jika makan siang dilewatkan lalu diganti dengan camilan seperti ubi cheese cream, asupan zat gizi pada hari itu bisa menjadi kurang seimbang. Terlebih jika produk yang dikonsumsi menggunakan tambahan gula atau topping manis lain yang membuat asupan kalori meningkat tanpa disadari. Belum lagi kondisi perut yang terlalu lama kosong juga dapat memicu keluhan maag pada sebagian orang seperti perut perih, kembung, mual, atau rasa tidak nyaman di lambung.
Simak Video "Video: Kata Dokter Gizi soal Kombinasi Ubi Cilembu dan Yogurt, Bisa untuk Diet"
[Gambas:Video 20detik]
(mal/up)
Dessert Viral Ubi Cream Cheese
6 Konten
Desset kekinian ubi cream cheese lagi viral banget, banyak yang rela antre lama untuk mendapatkannya di supermarket. Dianggap lebih sehat dibanding dessert berbahan tepung, tapi apakah benar-benar aman untuk diet?
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·