Minum Kopi Setiap Hari? Ilmuwan Ungkap Kaitannya dengan Ekosistem Mikroba di Usus

Sedang Trending 5 jam yang lalu
Jakarta -

Banyak orang yang mengawali hari dengan menyeruput secangkir kopi. Minuman ini tak hanya memberikan manfaat untuk kesehatan. Ada fakta menarik di balik kopi dan kaitannya dengan bakteri dalam usus.

Sebuah riset yang dipublikasikan di Nature mengungkap, dari hasil pengamatan terhadap puluhan ribu sampel tinja, peminum kopi lebih cenderung membawa kadar bakteri tertentu yang lebih tinggi. Uji laboratorium menunjukkan bahwa kopi bisa membantu pertumbuhannya.

Para peneliti menganalisis data diet terperinci dari 22.867 orang di Amerika Serikat dan Britania Raya, kemudian membandingkan hasilnya dengan kumpulan data mikobioma publik yang berjumlah 54.198 sampel. Hubungan antara konsumsi kopi dan perubahan mikrobioma usus terus muncul berulang di berbagai kelompok penelitian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temuan paling menonjol adalah bakteri usus Lawsonibacter asaccharolyticus, yang pertama kali diisolasi pada 2018. Pada sejumlah kelompok penelitian, jumlah bakteri ini tercatat sekitar 4,5 hingga 8 kali lebih tinggi pada orang yang rutin minum kopi dalam jumlah banyak, dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi sama sekali. Bakteri ini juga ditemukan lebih banyak pada peminum kopi dalam jumlah sedang.

Menariknya, pola ini bukan hanya dipicu oleh kafein. Saat tim melihat asupan kopi tanpa kafein pada suatu subkelompok, bakteri yang sama masih terdeteksi bersama kopi. Hal ini menunjukkan kemungkinan senyawa kopi lainnya mungkin terlibat.

Dalam laboratorium, tim peneliti menumbuhkan bakteri Lawsonibacter asaccharolyticus dengan menambahkan kopi ke dalam makanannya. Hasilnya, bakteri tersebut cenderung tumbuh lebih baik pada beberapa konsentrasi kopi, termasuk pada kopi tanpa kafein.

Untuk menghubungkan hal ini dengan aspek kimia, para peneliti meneliti sampel darah dari kelompok peserta yang lebih kecil dan mencari metabolit, yaitu molekul kecil yang terbentuk saat tubuh dan mikroba memproses makanan. Hasilnya, ditemukan salah satu senyawa, yaitu asam quinic yang memiliki hubungan kuat dengan konsumsi kopi maupun keberadaan bakteri Lawsonibacter asaccharolyticus.

Penelitian ini sejalan dengan eksperimen yang menunjukkan bahwa senyawa dalam kopi bisa diubah oleh mikrobioma usus, sehingga memengaruhi jenis bakteri yang berkembang.

Meski begitu, hasil studi ini bukan berarti kopi bisa dianggap sebagai obat. Penelitian hanya menunjukkan adanya kaitan antara kopi, bakteri Lawsonibacter asaccharolyticus, dan senyawa kimia dalam darah.

Belum ada bukti apakah meningkatkan jumlah bakteri tersebut bisa memperbaiki kesehatan atau mulai minum kopi apakah akan memberi manfaat bagi orang yang sebelumnya menghindari minuman ini.

Namun, bagi banyak orang penelitian ini memberi sudut pandang baru tentang kebiasaan minum kopi setiap pagi, yang bukan hanya untuk mengusir kantuk, tapi juga memengaruhi kondisi tubuh dari dalam.

Simak Video " Mitos atau Fakta: Kalsium Susu Tak Maksimal Karena Kopi"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/up)