Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mewaspadai potensi hambatan produksi industri nasional akibat gangguan rantai pasok global menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada Selasa (14/4/2026). Ketergantungan terhadap bahan baku impor dinilai membuat sektor usaha di dalam negeri berada dalam posisi rentan.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, mengungkapkan bahwa pembatasan pasokan logistik mulai membayangi keberlanjutan operasional perusahaan. Dilansir dari Money, kondisi ini diperparah oleh tren pelemahan ekonomi global yang sedang berlangsung saat ini.
"Di tengah pelemahan ekonomi, kemudian juga zaman perang Iran, supply chain juga mulai terbatas, ya. Kita nggak tahu nih, April atau Mei kita masih bisa produksi atau enggak," ujar Bob Azam dalam Rapat Panja bersama Komisi IX DPR.
Kekhawatiran utama pelaku usaha terletak pada ketidakpastian ketersediaan bahan baku untuk satu hingga dua bulan mendatang. Bob menyebutkan bahwa sejumlah sektor industri mulai menghadapi keterbatasan stok yang berisiko menghentikan aktivitas pabrik secara total.
Salah satu dampak nyata yang mulai terlihat adalah kelangkaan bahan baku plastik di pasar domestik. Situasi ini telah memicu kenaikan harga komoditas tersebut, yang pada akhirnya memberikan tekanan besar pada beban operasional berbagai perusahaan.
Industri makanan dan minuman menjadi sektor yang terdampak signifikan karena ketergantungan pada plastik sebagai bahan utama kemasan. Apindo mencatat bahwa banyak pengusaha di sektor ini sudah merasakan tekanan biaya produksi akibat kenaikan harga bahan baku.
Guna menghadapi krisis ini, para pelaku usaha berharap pemerintah segera memberikan dukungan melalui kebijakan debirokrasi. Kemudahan dalam regulasi perizinan impor dianggap krusial untuk menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan pasokan barang modal.
Pihak pengusaha berupaya menyerap kenaikan biaya melalui peningkatan produktivitas kerja agar tidak berdampak luas pada sektor ketenagakerjaan. Sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja diharapkan dapat memitigasi dampak risiko ekonomi dari konflik Timur Tengah tersebut.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·