Platform investasi aset kripto Pintu mencatatkan lonjakan aktivitas transaksi dan jumlah pengguna hingga lebih dari 11 juta unduhan bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-6 perusahaan pada Kamis (23/4/2026). Pertumbuhan ini didorong oleh ekosistem yang semakin lengkap dan regulasi yang lebih jelas di Indonesia.
Data internal perusahaan menunjukkan jumlah pengguna terdaftar tumbuh sebesar 79,29 persen, sementara pengguna aktif meningkat 38,37 persen secara year-on-year (YoY). Dilansir dari Money, jumlah pengguna yang melakukan perdagangan juga mengalami kenaikan sebesar 25,86 persen seiring dengan penambahan variasi produk investasi.
Hingga tahun 2026, platform ini telah menyediakan hampir 400 jenis token, yang mencakup lebih dari 40 token dalam kategori aset yang tertokenisasi. SVP Strategy & Business PINTU Andy Putra memberikan pandangan mengenai kematangan industri domestik saat ini.
“Memasuki tahun keenam, kami melihat industri crypto di Indonesia semakin matang, baik dari ekosistem yang semakin lengkap, regulasi yang semakin jelas, hingga adopsi yang semakin masif. Hal ini juga tercermin dari peningkatan signifikan jumlah unduhan aplikasi PINTU yang kini telah mencapai lebih dari 11 juta kali,” ujar Andy Putra, SVP Strategy & Business PINTU.
Peningkatan performa juga terjadi pada sektor derivatif melalui Pintu Futures yang mencatat lonjakan signifikan pada kuartal I-2026. Data menunjukkan jumlah pengguna terverifikasi (KYC) di segmen ini melesat hingga 401,00 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Di sisi derivatif, Pintu Futures juga mencatat kinerja yang sangat solid. Pada kuartal I 2026, Pintu Futures menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan jumlah pengguna yang telah terverifikasi (KYC) meningkat hingga 401,00 persen, diikuti pertumbuhan pengguna existing sebesar 208,71 persen serta frekuensi order yang naik 91,61 persen dan disertai dengan volume transaksi dengan pertumbuhan positif,” kata Andy Putra, SVP Strategy & Business PINTU.
Kondisi pasar secara nasional turut diperkuat oleh data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat volume transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp 482,23 triliun sepanjang tahun 2025. Meski nilai transaksi mengalami fluktuasi, jumlah investor nasional tetap bertambah hingga mencapai 20,19 juta orang.
“Enam tahun ini menjadi perjalanan yang sangat berharga bagi kami karena dapat berkontribusi nyata terhadap perkembangan industri aset kripto di Indonesia. Sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar resmi di Indonesia, kami punya harapan serta keyakinan besar bahwa industri kripto di Indonesia tidak hanya semakin besar dari segi jumlah transaksi dan adopsi, tetapi bisa lahir inovasi-inovasi yang use cases-nya bisa memiliki manfaat besar bagi masyarakat banyak,” tutur Andy Putra, SVP Strategy & Business PINTU.
Saat ini, perusahaan telah mengantongi izin resmi dan diawasi oleh OJK sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital serta tergabung dalam bursa kripto CFX. Infrastruktur pendukung seperti Pintu Earn, Staking, hingga Pintu Pro disediakan untuk memperkuat kepercayaan investor dan memperluas adopsi teknologi blockchain di tanah air.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·