Mentan Andi Amran Sulaiman Bongkar Praktik Manipulasi Beras Premium

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan praktik manipulasi kualitas beras yang merugikan konsumen di gudang beras Bulog, Karawang, pada Kamis (23/4/2026). Praktik ini melibatkan penjualan beras kualitas rendah yang dilabeli sebagai produk premium dengan harga jauh melampaui ketentuan.

Manipulasi ini terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan tingkat kepecahan beras tidak sesuai standar klasifikasi premium. Dilansir dari Detik Finance, harga beras di pasaran melonjak hingga Rp 17.000 per kilogram, padahal nilai aslinya hanya berkisar Rp 8.000 sampai Rp 12.000 per kilogram.

Amran menjelaskan bahwa persentase beras pecah pada produk yang ditemukan di lapangan mencapai angka yang sangat tinggi dibandingkan standar resmi. Hal ini memicu disparitas harga yang signifikan dan menguntungkan pihak perantara atau middleman secara ilegal.

"Pak, yang kemarin itu, oplos, oplos, oplos. Bukan oplos, nyolong. Ini aku periksa di lab. Ini beras semuanya yang middleman tadi, ini kalau premium, itu 14% pecahannya. Yang kita tangkap itu 59%, 34%. Artinya harga Rp 8.000 dijual Rp 17.000," ujar Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.

Potensi kerugian ekonomi akibat skema ini diperkirakan mencapai angka fantastis berdasarkan volume konsumsi nasional. Mentan memberikan simulasi perhitungan jika manipulasi harga mencapai Rp 5.000 per kilogram dengan total konsumsi mencapai 2 juta ton.

"Kalau Rp 12.000 saja, aku hitung Rp 5.000. Kalau 2 juta ton Rp 10 triliun. Sehingga saya total semua yang dijual, itu Rp 100.000.000," jelas Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.

Pemerintah menyatakan komitmen untuk menindak tegas para pelaku melalui kolaborasi dengan Satgas Pangan. Sejumlah oknum mafia pangan dilaporkan telah ditangkap dan sedang menjalani proses hukum guna memberikan efek jera terhadap perusak stabilitas harga pangan.

Ketegasan ini diambil karena dampak luas yang dirasakan oleh jutaan rakyat Indonesia akibat permainan harga oleh segelintir pihak. Amran menegaskan posisinya dalam memberantas korupsi di sektor pangan tanpa rasa takut.

"Pertanyaan saya, Pak, yang mana kejam? Yang mana kejam, yang memberantas 100 orang Atau 1.000 orang, atau mafia lewat, koruptor. Ini lewat, aku dor satu-satu bersama Satgas Pangan Kira-kira yang kejam ini, ini menyusahkan 256.000.000 orang. Yang mana yang kejam? Yang kejam yang menyusahkan 256.000.000 orang," tutur Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.