Arsenal resmi memastikan diri sebagai juara Premier League musim 2025/2026 setelah rival terdekat mereka, Manchester City, ditahan imbang Bournemouth 1-1 pada Kamis dini hari.
Klub berjuluk Meriam London tersebut mengunci gelar setelah memetik kemenangan 1-0 atas Burnley di Stadion Emirates pada pekan ke-37, sehingga mengoleksi 82 poin yang tidak mungkin lagi dikejar oleh Manchester City di posisi kedua.
Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang klub asal London Utara tersebut selama 22 tahun untuk kembali merengkuh trofi kasta tertinggi sepak bola Inggris sejak era "Invincibles" pada musim 2003/2004 silam.
Gelar liga ke-14 sepanjang sejarah klub ini memberikan suntikan dana merit payment sebesar Rp1,26 triliun serta memastikan langkah Arsenal untuk kembali berkompetisi di UEFA Champions League musim depan.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengukir catatan emas sebagai pelatih termuda dalam sejarah klub yang mempersembahkan gelar liga dengan rasio kemenangan mencapai 60,4 persen dari 351 pertandingan.
Arteta menegaskan bahwa harmoni dan kesatuan tim yang dibangun melalui budaya serta identitas kolektif yang kuat merupakan dasar dari filosofi kepelatihannya.
<"Ini tentang budaya. Kamu harus mempersiapkan tanahnya sedemikian rupa sehingga siapa pun yang ingin berkembang memahami lingkungannya, apa yang kami harapkan, dan standar yang kami tetapkan,"> ungkap Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Arteta juga memberikan kebebasan bagi para pemain untuk mengekspresikan keimanan mereka yang dinilai menjadi faktor positif dalam memperkuat ikatan emosional serta kesejahteraan mental di dalam skuad.
<"Saya menyukainya karena saya pikir itu lebih membuat mereka terhubung satu sama lain. Beberapa dari mereka memiliki keyakinan yang sama, atau keyakinan yang kuat, dan itu membantu kesejahteraan mereka, sisi mental, dan apa yang dibawanya bagi mereka sebagai manusia. Saya pikir itu fenomenal."> kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Selain faktor keharmonisan tim, pelatih berusia 44 tahun tersebut mengaku sudah merasakan getaran dan keyakinan yang berbeda untuk mengangkat trofi juara sejak memasuki bulan Maret dan April.
<"Saya sering membayangkan memenanginya. Terutama karena kami sudah sangat nyaris dalam beberapa musim,"> ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Arteta menambahkan bahwa visualisasi yang dilakukannya dalam beberapa bulan terakhir terasa sangat berbeda jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya.
<"Tapi kali ini, khususnya, ada sesuatu yang terasa berbeda. Saya sudah melakukan banyak visualisasi dalam beberapa bulan terakhir."> tutur Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Keyakinan kuat tersebut terus dipertahankan oleh Arteta meskipun timnya sempat menelan kekalahan beruntun dari Bournemouth dan Manchester City pada periode krusial.
<"Saya bisa menutup mata saya dan mendapatkan gambaran itu seketika, dan itu berbeda dari musim-musim sebelumnya. Bukan dari awal musim ya, lebih ke sekitar Maret, April saat mulai begitu."> jelas Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Setelah penyerahan trofi resmi usai pertandingan melawan Crystal Palace, Arsenal dijadwalkan akan menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions di Paris pada Sabtu, 30 Mei 2026, sebelum menggelar parade juara resmi pada Minggu, 31 Mei 2026.
34 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·