Kemenangan tipis Arsenal saat menjamu Burnley di Emirates Stadium memicu perdebatan hangat. Pengadil lapangan dinilai mengambil keputusan kontroversial setelah tidak mengusir Kai Havertz yang melakukan pelanggaran keras.
Seperti dikutip dari Detik Sport, Arsenal menyudahi perlawanan Burnley dengan skor akhir 1-0 dalam laga lanjutan Liga Inggris pada Selasa (19/5/2026). Satu-satunya gol penentu kemenangan The Gunners dilesakkan oleh Kai Havertz sejak paruh pertama pertandingan.
Tambahan tiga poin ini membuat posisi Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 82 poin. Skuad asuhan Mikel Arteta kini memimpin dengan keunggulan poin dari Manchester City yang membayangi di peringkat kedua.
The Citizens sendiri dijadwalkan bertanding melawan Bournemouth di Vitality Stadium. Apabila Manchester City tergelincir atau gagal mengamankan poin penuh, Arsenal dipastikan mengunci gelar juara liga musim ini.
Kendati meraih hasil maksimal, laga Arsenal kontra Burnley menyisakan sorotan tajam. Wasit beserta petugas Video Assistant Referee (VAR) menjadi pusat perhatian karena tidak menjatuhkan kartu merah atas tindakan berbahaya Havertz.
Pemain pilar asal Jerman tersebut tertangkap kamera meluncurkan tekel dengan posisi kaki terangkat tinggi ke arah Lesley Ugochukwu pada menit ke-67. Bagian bawah telapak kaki Havertz terlihat jelas menghantam area betis Ugochukwu secara telak.
Teknologi VAR sempat mengulas kembali insiden pelanggaran tersebut guna melihat potensi pelanggaran kartu merah. Namun, peninjauan tersebut tidak mengubah keputusan awal wasit yang tetap memberikan kartu kuning kepada sang pemain.
Mantan bek legendaris Liverpool, Jamie Carragher turut memberikan pandangan mengenai insiden tersebut. Ia berpendapat bahwa Havertz sangat beruntung tidak diusir dari lapangan dan mengaku heran dengan ketetapan yang diambil oleh pengadil pertandingan.
"Dia sangat beruntung. Fakta bahwa wasit memiliki pandangan yang sangat bagus dan memberikan kartu kuning berarti mungkin akan sulit bagi VAR untuk membatalkannya," ujar Carragher dikutip dari BBC.
"I don't know how the referee didn't give a red card straight away. He probably didn't have a good view. It has to be a red card," kata Carragher.
"Saya kesulitan memahami bagaimana Anda bisa lolos dari hukuman dengan posisi bola yang begitu tinggi di betis," jelasnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·