AS Desak Iran Segera Tanggapi Proposal Pengakhiran Perang

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Pemerintah Amerika Serikat mendesak Iran untuk segera merespons proposal terbaru guna mengakhiri peperangan setelah bentrokan bersenjata di Selat Hormuz mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang telah berjalan selama satu bulan.

Hingga saat ini, Teheran belum memberikan sinyal terkait rencana yang diajukan Presiden AS Donald Trump pada Rabu, 6 Mei 2026, mengenai pembukaan kembali selat dan pencabutan blokade pelabuhan Iran. Informasi tersebut dilansir dari Bloombergtechnoz.

Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, memberikan keterangan singkat kepada kantor berita Tasnim mengenai status usulan yang diterima dari pihak Amerika Serikat tersebut.

"sedang ditinjau," kata Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Presiden Donald Trump menyatakan harapannya agar kesepakatan dapat segera tercapai demi mengakhiri ketidakpastian keamanan di kawasan tersebut. Hal itu disampaikan Trump kepada awak media di Gedung Putih pada Jumat malam.

"kita akan segera mengetahuinya." jawab Donald Trump, Presiden AS.

Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat telah menyiapkan langkah alternatif jika diplomasi melalui proposal satu halaman tersebut gagal membuahkan hasil kesepakatan dengan pihak Iran.

"Kita akan menempuh jalur yang berbeda jika semuanya tidak ditandatangani dan diselesaikan," kata Donald Trump, Presiden AS.

Presiden AS tersebut juga memberikan indikasi mengenai kemungkinan pengaktifan kembali operasi pengawalan maritim yang lebih intensif dibandingkan kebijakan sebelumnya di wilayah perairan tersebut.

"Kita mungkin akan kembali ke Proyek Kebebasan jika hal-hal tidak terjadi, tetapi itu akan menjadi Proyek Kebebasan Plus, artinya Proyek Kebebasan ditambah hal-hal lain." tambah Donald Trump, Presiden AS.

Kementerian Luar Negeri Iran melalui pernyataan di media sosial mengkritik tindakan militer Amerika Serikat baru-baru ini yang dinilai justru memperkeruh suasana di tengah upaya gencatan senjata.

"kebingungan dan ketidakmampuan pemerintah di Amerika Serikat untuk memahami situasi dengan benar dan menemukan solusi yang masuk akal untuk keluar dari kebuntuan yang mereka ciptakan sendiri," tulis Kementerian Luar Negeri Iran.

Konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu ini telah memicu lonjakan harga energi global, di mana harga minyak mentah Brent ditutup pada level $101 per barel. Tekanan internasional terhadap AS meningkat, termasuk dari China, yang mendesak pembukaan segera Selat Hormuz sebelum pertemuan puncak Presiden Xi Jinping dan Trump di Beijing pekan depan.