Nelson David Moreno Bolaños, warga negara Kolombia berusia 29 tahun, membantah dakwaan pembunuhan terhadap seorang pria berusia 73 tahun dalam sidang yang digelar di Pengadilan Provinsi Bizkaia, Bilbao, pada Rabu, 13 Mei 2026. Terdakwa yang saat ini menjalani hukuman 37 tahun penjara tersebut dikaitkan dengan kematian lima hingga tujuh pria melalui aplikasi kencan.
Jaksa penuntut dan keluarga korban menyatakan Moreno membunuh korban pada 5 Oktober 2021 dengan teknik cekikan setelah bertemu melalui aplikasi kencan untuk mencuri uang senilai 3.000 euro. Namun, terdakwa bersikeras tidak mengenal korban maupun lokasi kejadian saat memberikan keterangan di depan juri yang terdiri dari tujuh pria dan empat wanita.
"ni sé dónde vivía, para nada" ujar Nelson David Moreno Bolaños, Terdakwa.
Moreno mengklaim bahwa dirinya hanyalah anggota komplotan pencuri kartu bank yang bekerja demi uang mudah, namun menolak disebut sebagai pelaku pembunuhan. Ia menegaskan kesiapannya untuk bertanggung jawab hanya pada tindakan yang benar-benar ia lakukan sejak menyerahkan diri ke kepolisian di Irun.
"que pagaría por lo que he hecho, no por lo que no he hecho" tegas Nelson David Moreno Bolaños, Terdakwa.
Pihak pembela berargumen bahwa Moreno merupakan korban kambuhan dan menuding pelaku sebenarnya telah melarikan diri ke luar negeri. Terdakwa menyebutkan tiga nama rekan dalam komplotannya, yakni Maracucho, Anthony, dan Jota, yang diklaimnya memberikan kartu bank curian untuk dicairkan.
"Era dinero fácil y acepté" kata Nelson David Moreno Bolaños, Terdakwa.
Moreno juga menekankan bahwa dirinya menyerahkan diri setelah mengetahui identitasnya dicari sebagai tersangka pembunuhan berantai terhadap kelompok homoseksual. Ia membantah keras narasi yang berkembang di media dan kepolisian mengenai profil kejahatannya.
"Claramente no había hecho lo que decían" ucap Nelson David Moreno Bolaños, Terdakwa.
Kuasa hukum Moreno memperkuat argumen tersebut dengan menyatakan bahwa kliennya sedang menanggung kesalahan pihak lain. Ia menolak klasifikasi pembunuh berantai yang disematkan oleh otoritas hukum kepada kliennya.
"Este señor ha pagado y está pagando el pato" ujar Pengacara, Kuasa Hukum Terdakwa.
Kementerian Publik menuntut hukuman 16 tahun penjara atas dakwaan pembunuhan dan penipuan, sementara asosiasi Gehitu menuntut 29 tahun penjara karena adanya unsur diskriminasi orientasi seksual. Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis dengan agenda pemeriksaan 13 orang saksi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·