Washington (ANTARA) - Pemerintah Amerika Serikat telah menghabiskan hampir 29 miliar dolar untuk operasi militer melawan Iran, kata Wakil Menteri Perang sekaligus Kepala Keuangan Jules W. Hurst III pada Selasa (12/5).
Jumlah tersebut setara kurang lebih 507 triliun rupiah dengan kurs 17.500 per dolar AS.
“Pada saat kesaksian sebelumnya, jumlahnya 25 miliar dolar AS. Namun tim gabungan staf dan pengawas anggaran terus memperbarui estimasi itu, dan sekarang kami perkirakan mendekati 29 miliar dolar AS. Hal ini karena biaya perbaikan dan penggantian peralatan, serta biaya operasional umum untuk menjaga pasukan di lapangan,” kata Hurst dalam sidang Komite Anggaran Pertahanan DPR AS.
Konflik antara AS dan Iran meletus sejak 28 Februari, ketika Washington bersama Israel melancarkan serangan udara terhadap target di Iran yang menimbulkan kerusakan besar dan korban sipil.
Iran kemudian melakukan serangan balasan, memicu eskalasi yang hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz — jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.
Dampaknya, harga energi melonjak tajam dan menambah tekanan pada perekonomian global.
Sejak itu, pemerintahan Presiden Donald Trump memperluas operasi militer dengan alasan menjaga keamanan regional dan menekan kemampuan Iran.
Washington juga menegaskan bahwa operasi tersebut bertujuan melemahkan kapasitas militer dan ekonomi Teheran.
Hurst menekankan bahwa biaya operasi terus meningkat seiring lamanya konflik.
Pemerintah AS kini menghadapi tantangan fiskal besar, sementara Kongres menuntut transparansi atas penggunaan anggaran pertahanan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Trump pertimbangkan serius melanjutkan permusuhan di Timur Tengah
Baca juga: Ghalibaf sebut 14 usulan Iran jadi solusi mutlak di Timur Tengah
Baca juga: UEA dilaporkan diam-diam serang Iran di tengah konflik AS-Israel
Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·