Amerika Serikat bersama negara-negara Arab Teluk tengah menyusun draf resolusi baru Dewan Keamanan PBB untuk mengecam tindakan Iran yang memblokade Selat Hormuz. Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Mike Waltz, mengumumkan rencana negosiasi resolusi tersebut pada Senin (4/5/2026) waktu setempat.
Langkah diplomatik ini diambil setelah Rusia dan China memberikan veto terhadap resolusi serupa bulan lalu. Sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui Al Arabiya pada Selasa (5/5/2026), draf terbaru ini dirancang untuk memulihkan kebebasan navigasi internasional di jalur perairan vital tersebut.
Rancangan resolusi mewajibkan Teheran menghentikan serangan terhadap kapal dagang serta praktik pemungutan tarif bea masuk ilegal. Selain itu, Iran dituntut berhenti menempatkan ranjau laut dan harus segera mengungkapkan koordinat ranjau yang telah disebar guna menghindari kecelakaan pelayaran global.
Dubes Mike Waltz menjelaskan bahwa draf kali ini memiliki ruang lingkup yang lebih spesifik dibandingkan upaya sebelumnya. Ia menegaskan bahwa usulan ini muncul di tengah berlangsungnya periode gencatan senjata dengan pihak Iran.
"Ini jauh lebih fokus pada soal ranjau di jalur air internasional tersebut dan pada pengenaan bea masuk, yang mempengaruhi semua ekonomi dunia, khususnya di Asia," ujar Mike Waltz, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB.
Sebelumnya, militer Amerika Serikat melakukan tindakan tegas dengan menembaki pasukan Iran dan menenggelamkan enam kapal kecil yang terdeteksi menargetkan armada sipil. Operasi tersebut berhasil mengawal dua kapal dagang berbendera AS untuk melintasi Selat Hormuz dengan perlindungan militer penuh.
Meskipun upaya pembukaan jalur pelayaran ini bertujuan meredakan tekanan ekonomi, situasi keamanan di kawasan Teluk tetap dalam risiko eskalasi tinggi. Uni Emirat Arab (UEA) baru saja melaporkan serangan rudal dan drone perdana sejak gencatan senjata dimulai pada awal April lalu.
Sistem pertahanan udara UEA berhasil mencegat 15 rudal dan empat drone pada Senin (4/5/2026). Namun, satu drone yang lolos memicu kebakaran hebat di fasilitas minyak Fujairah yang melukai tiga pekerja, sementara dua kapal kargo lain dilaporkan terbakar di perairan lepas pantai.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·