Assimi Goita Temui Dubes Rusia Usai Serangan Pemberontak di Mali

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemimpin junta militer Mali, Assimi Goita, menerima kunjungan Duta Besar Rusia untuk Mali di Bamako pada Selasa, 28 April 2026, guna membahas situasi keamanan nasional pascaserangan pemberontak skala besar yang menewaskan sedikitnya 23 orang. Pertemuan ini menandai kemunculan publik pertama Goita setelah sempat menghilang dari pandangan publik sejak insiden serangan hari Sabtu lalu.

Kehadiran Goita dikonfirmasi melalui rilis foto oleh pihak presidensi Mali guna meredam spekulasi mengenai stabilitas kekuasaannya setelah markas militer dan kota-kota strategis digempur oleh koalisi pemberontak tuareg FLA dan kelompok jihadis JNIM. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mengevaluasi dampak serangan yang juga menewaskan Menteri Pertahanan Mali, Sadio Camara.

Duta Besar Rusia di Bamako, Igor Gromyko, memberikan jaminan dukungan militer penuh kepada pemerintah transisi Mali untuk menghadapi eskalasi kekerasan di wilayah pusat dan utara negara tersebut.

"reafirmó el compromiso de su país junto a Mali en la lucha contra el terrorismo" ujar Igor Gromyko, Duta Besar Rusia.

Gromyko menekankan bahwa hubungan bilateral kedua negara akan tetap solid meskipun situasi keamanan di lapangan saat ini sedang mengalami tekanan hebat akibat aktivitas kelompok bersenjata.

"Rusia siempre será amiga de Mali" tegas Igor Gromyko, Duta Besar Rusia.

Pemerintah Rusia melalui juru bicara Kremlin, Dmitri Peskov, secara terpisah menyatakan kekhawatiran atas stabilitas wilayah Sahel dan berharap kondisi keamanan segera terkendali melalui jalur perdamaian.

"Consideramos importante que el país recupere lo antes posible una trayectoria pacífica y estable" kata Dmitri Peskov, Juru Bicara Presidensi Rusia.

Meskipun memberikan dukungan diplomatik, pihak Rusia masih menutup informasi terkait efektivitas pasukan paramiliter mereka yang beroperasi di wilayah tersebut setelah sempat mengalami kekalahan di Kidal.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gueorgui Borisenko, mengakui bahwa unit-unit paramiliter Rusia menghadapi tantangan berat dan kehilangan personel dalam rangkaian pertempuran terbaru di berbagai wilayah Mali.

Para paramiliter Rusia menderita "bajas" selama "ataques en numerosas regiones del país" jelas Gueorgui Borisenko, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia menambahkan bahwa pergerakan kelompok bersenjata di Mali masih sangat dinamis dan berisiko memicu konflik yang lebih luas jika tidak segera ditangani dengan reorganisasi pasukan.

"El enemigo no ha abandonado sus intenciones agresivas y se está reagrupando. La situación en la República de Mali sigue siendo difícil" papar Kementerian Pertahanan Rusia, dalam pernyataan resmi.