Kemenhub Selidiki Taksi Listrik Green SM Terkait Tabrakan Maut Bekasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kementerian Perhubungan memanggil manajemen Xanh SM atau Green SM untuk mendalami keterkaitan taksi listrik tersebut dalam kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden yang melibatkan KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut dilaporkan telah merenggut 15 korban jiwa.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menyatakan pihaknya telah membentuk tim khusus. Penyelidikan ini akan menyisir berbagai aspek mulai dari perizinan, administrasi, hingga standar keselamatan yang diterapkan oleh pengelola jaringan taksi asal Vietnam tersebut sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.

"Kami telah membentuk tim khusus ini untuk mendalami keterlibatan taksi Xanh SM termasuk sisi perizinannya, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan pada ketentuan operasional angkutan umum," kata Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Data Sistem Perizinan Angkutan Jalan (Siprajab) menunjukkan taksi bernomor polisi B 2864 SBX tersebut berstatus legal dengan kartu pengawasan yang berlaku hingga Oktober 2026. Meski tercatat sebagai taksi reguler Jabodetabek, pendalaman tetap dilakukan guna memastikan seluruh kepatuhan operator terhadap regulasi yang ada.

"Kami tegas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta keterlibatan taksi Green SM dalam kecelakaan ini. Nantinya hasil pendalaman akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya," kata Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Kronologi kejadian bermula saat armada taksi listrik Green SM diduga mengalami mati mesin di perlintasan sebidang Ampera tanpa penjagaan sekitar pukul 20.30 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan temperan dengan KRL relasi Bekasi-Cikarang yang sedang melintas, sehingga rangkaian kereta harus dievakuasi sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) 5181.

Dampak kecelakaan meluas ketika KRL PLB 5568 arah Cikarang harus berhenti di Stasiun Bekasi Timur untuk menunggu proses evakuasi. Pada pukul 20.52 WIB, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya yang melaju kencang dari Stasiun Bekasi tidak sempat berhenti sepenuhnya dan menghantam bagian belakang KRL yang sedang berhenti tersebut.

Benturan keras mengakibatkan lokomotif KA Argo Bromo merusak gerbong terakhir KRL yang merupakan area khusus perempuan. Pihak KAI mencatat 15 penumpang perempuan meninggal dunia dalam tragedi ini, sementara 84 orang lainnya mengalami luka-luka.