Canberra (ANTARA) - Australia "siap" mendukung misi militer multinasional "sepenuhnya defensif" yang dipimpin Inggris dan Prancis guna melindungi pelayaran melintasi Selat Hormuz di tengah ketegangan yang masih menyelimuti Timur Tengah, demikian disampaikan seorang pejabat senior pada Rabu (13/5).
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Australia akan mengerahkan pesawat pengawas E-7A Wedgetail untuk misi tersebut setelah resmi dibentuk.
Marles menyampaikan pengumuman tersebut setelah menghadiri pertemuan para menteri pertahanan dari 40 lebih negara, di mana para partisipan kembali menegaskan dukungan terhadap kebebasan pelayaran di jalur perairan strategis tersebut.
"Misi militer multinasional ini dirancang untuk melengkapi interaksi diplomatik dan upaya deeskalasi yang sedang berlangsung, sekaligus menunjukkan komitmen nyata terhadap keamanan perdagangan internasional," tuturnya.
"Semakin lama konflik ini berlangsung, semakin besar dampaknya terhadap Australia," Marles memperingatkan, seraya menambahkan bahwa pemerintah akan terus bekerja sama dengan para mitra untuk mendukung upaya tersebut.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·