5 Mei 2026 07.00 WIB • 2 menit

Ayam-Ayam Daun Jarak, Permainan Tradisional dari Bengkulu yang Memanfaatkan Alat Sederhana
Pernahkah Kawan mendengar salah satu permainan tradisional khas Indonesia yang bernama ayam-ayam daun jarak? Jika belum, Kawan mungkin bisa memahami informasi lebih lanjut terkait permainan tradisional khas dari Bengkulu yang satu ini.
Sama seperti permainan tradisional dari daerah lainnya, ayam-ayam daun jarak menjadi salah satu alternatif hiburan yang banyak dimainkan oleh anak-anak di Bengkulu dulunya. Permainan ini bisa mengisi waktu luang yang mereka miliki bersama teman sebaya.
Apalagi alat yang digunakan untuk memainkan ayam-ayam daun jarak cukup mudah untuk didapatkan. Permainan tradisional khas dari Bengkulu ini hanya menggunakan alat sederhana saja dalam proses bermainnya.
Seiring berjalannya waktu, keberadaan ayam-ayam daun jarang sudah tidak semasif dulunya. Banyaknya pilihan hiburan yang tersedia saat ini memberikan alternatif lain bagi anak-anak untuk mencari hiburan di sela waktu luang mereka.
Meskipun demikian, wawasan terkait permainan ayam-ayam daun jarak ini bisa tetap terus diwariskan. Dengan demikian, permainan tradisional khas dari Bengkulu ini tidak punah begitu saja nantinya.
Bagaimana ulasan lebih lanjut seputar permainan ayam-ayam daun jarak? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Mengenal Ayam-Ayam Daun Jarak
Ayam-ayam daun jarak merupakan salah satu permainan tradisional yang berasal dari daerah Bengkulu. Dikutip dari buku Seno Undri Rahmadona yang berjudul Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya: Permainan Tradisional Anak Bengkulu, permainan tradisional ini diketahui berasal dari masyarakat suku Bangsal Serawai yang mendiami wilayah Bengkulu Selatan.
Nama permainan ini sendiri merujuk pada alat yang digunakan serta proses bermainnya. Kata "Ayam" merujuk pada menyabung atau berlaga yang umum dijumpai saat ada adu ayam.
Sementara itu, daun jarak merupakan media yang digunakan sebagai alat dalam proses bermain permainan ini.
Persiapan Permainan
Untuk memainkan ayam-ayam daun jarak, dibutuhkan dua orang pemain yang akan saling berhadapan. Para pemain ini juga mesti menyiapkan alat mereka masing-masing.
Terdapat dua alat yang mesti dipersiapkan dalam permainan ini, yakni taji dan daun jarak. Taji dibuat dari bahan dasar bambu yang dibentuk menyerupai taji ayam dengan ukuran lebih kurang 7 cm.
Alat kedua yang perlu dipersiapkan adalah daun jarak lengkap dengan tangkainya. Nantinya taji yang sudah disiapkan akan ditusukkan pada tangkai daun jarak ini.
Kedua pemain mesti menyepakati berapa jumlah "ayam" yang akan mereka gunakan dalam proses bermain. Misalnya jika dibutuhkan 20 ayam, maka pemain bisa menyiapkan 20 taji dan 20 daun jarak.
Cara Bermain
Setelah semua persiapan tersedia, maka proses bermain bisa dimulai. Pada awalnya kedua pemain bisa berdiri berhadap-hadapan.
Kedua pemain kemudian mempersiapkan ayam mereka di posisi masing-masing. Usahakan ayam yang sudah dibuat ini bisa dengan mudah dijangkau saat proses bermain nantinya.
Setelah itu, mereka bisa melempar ayam mereka ke arah pemain lawan. Pemain lawan juga melakukan hal serupa, sehingga masing-masing ayam akan beradu di angkasa layaknya sedang menyabung atau berlaga.
Para pemain mesti menghindar agar tidak terkena lemparan ayam ini. Selain itu, para pemain tidak boleh secara sengaja menyenggol lawan untuk merusak ayam yang dia miliki.
Nantinya daun jarak yang tangkainya putus akan dianggap mati dan disebut sebagai "cundang." Cundang ini nantinya akan diambil oleh pemain lawan.
Proses bermain ini akan terus dilakukan hingga semua ayam yang tersedia habis. Pemain yang mendapatkan cundang paling banyak dari lawannya akan dinyatakan sebagai pemenang dalam permainan tradisional khas dari Bengkulu tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor
Terima kasih telah membaca sampai di sini
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·